Bahan Bimbingan Khotbah majelis, Lay Speaker, Cls
GMI Kasih
Karunia, Jalan Hang Tuah 2 Medan
Jumaat 11 Oktober 2013
Untuk dikhotbahkan pada Keb. Sektor tgl 15 dan 16 Okt 2013
Nats Alkitab : 2 Timotius 1:1-14
1.
Pendahuluan
Paulus kini adalah seorang tahanan di Roma yang
menantikan saat kematiannya, ditinggalkan oleh banyak sahabatnya (ayat 2Tim 1:15; 2Tim 4:16), dan rindu untuk melihat Timotius
sekali lagi. Dia memohon teman sekerjanya tetap setia pada kebenaran Injil dan
datang secepatnya untuk bersama dia sementara hari-hari terakhir hidupnya di
bumi ini (2Tim 4:21).
2.
Tafsiran
Nats
i)
Ayat
3-5
Paulus
menitikberatkan hati nurani yang murni (Sunedesis) di dalam pelayanannya kepada Allah baik pada
masa sesudah ia menjadi orang Kristen maupun sebelumnya. Keseriusan pengabdian
ini telah ia warisi dari nenek moyangnya (ayat: 3 “ …seperti yang dilakukan oleh nenek moyangku…”. Sekalipun Paulus telah menjadi Kristen ia tidak
mengingkari kekayaan-kekayaan yang ada dalam agama-agama nenek moyangnya bahkan ia menghormati kekayaan-kekayaan itu.
Paulus
memuji bahwa hati nurani yang demikian juga ada pada diri Timotius (“imanmu
yang tulus ikhlas” atau iman yang tidak munafik), iman yang demikian diwarisi
Timotius dari ibunya “Eunike” dan neneknya “Lois”. Nenek dan ibunya ini telah
mendidik Timotius secara serius sejak kecil di dalam kitab suci PL (II Tim 3:14,15) kemudian setelah mereka
menjadi Kristen tetap mendampinginya secara tulus di dalam iman kepada Yesus.
ii)
Nasihat
untuk bertekun ayat 6-14
Bagian ini
membahas nasihat Paulus kepada Timotius supaya ia bertekun dalam menunaikan
tugasnya, nasihat ini didasarkan tiga hal:
·
Kesadaran
akan panggilan yang mulia untuk tugas pelayanan
·
Kasih
Karunia Tuhan Yesus yang bekerja pada diri orang percaya
·
Teladan
Paulus sendiri dalam menjalankan tugas dan menanggung penderitaan
Ayat 7: ….bukan roh ketakutan
melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
Sifat-sifat ini dimiliki tiap orang Kristen
yang hidup di dalam Roh, terlebih ini berlaku untuk Timotius yang hidup di
dalam Roh. Oleh karena Timotius dalam kemudaanya masih dihinggapi oleh perasaan
takut, maka dia diperlengkapi dengan keberanian dan kekuatan dan kasih dan
penguasaan diri untuk melakukan tugas pelayanannya dengan baik.
3.
Refleksi/Aplikasi
Nats ini cukup kaya akan pengajaranan bagi kehidupan umat
Kristen masa kini, tetapi dalam kesempatan ini kami mengemukakan 2 topik
aplikasi yang ditonjolakan:
·
Pendidikan
Rohani yang baik kepada anak-anak akan memberikan warisan berharga bagi masa
depannya.
·
Tuhan
memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan
kekuatan, kasih dan ketertiban. Poin ini kami jelaskan dengan kutipan
illustrasi full-life di bawah ini:
Pendiri dan pimpinan sebuah perusahaan
penerbangan Amerika yang sukses mengungkapkan filsafat bisnisnya, "Saya
suka melakukan hal-hal yang menakutkan. Tanpa ketakutan, tak ada
keberanian." Itulah sebabnya ia selalu mencari kemungkinan-kemungkinan
untuk dapat memperluas jangkauan penerbangan, bukannya berpuas diri dengan
kekayaan yang telah dicapai perusahaannya. Ia menempuh banyak risiko setiap
kali memulai pelayanan ke kota-kota yang baru. Namun ia tak pernah patah
semangat.
Keberanian bukan berarti tak ada ketakutan,
melainkan adanya kemauan untuk bertindak, bahkan ketika kita merasa takut akan
apa yang mungkin terjadi bila kita melakukannya.
Ketika Paulus menulis kepada rekan sekerjanya Timotius,
ia mendorong Timotius untuk berani bertindak demi Kristus, walaupun keberanian
Paulus sendiri telah membawanya ke penjara. "Allah memberikan kepada kita
bukan roh ketakutan," tulis Paulus, "melainkan roh yang membangkitkan
kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu" (2Timotius 1:7,8).
"Mencari yang aman" tak sepantasnya
menjadi pilihan para pengikut Kristus. Orang-orang percaya senantiasa dipanggil
untuk mengidentifikasikan diri secara terang-terangan dengan Yesus dan dengan
mereka yang menderita karena kesetiaan kepada Kristus. Kekuatan untuk melakukan
hal itu datang dari Roh Kudus Allah yang diam di dalam diri kita.
Marilah bertindak dengan berani dan
menghadapi segala sesuatu yang menakutkan pada hari ini
KEBERANIAN
BUKAN BERARTI TAK ADA RASA TAKUT
MELAINKAN MENGUASAI RASA TAKUT
MELAINKAN MENGUASAI RASA TAKUT
Medan 11 Oktober 2013
Pdt. T.M. Karo-karo, STh,MA
Daftar Pustaka
·
Budiman,
R, Surat-surat
Pastoral I & II Timotius dan Titus, BPK Gunung Mulia, Jakarta
1984
·
Guthrie,
Donald, “Tafsiran I &II Timotius” dalam Tafsiran Alkitab Masakini 3, Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF,
Jakarta 1999
·
Alkitab
Sabda.Com—full life
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.