Sunday, October 13, 2013

Bahan Bimbingan Khotbah  majelis, Lay Speaker, Cls
GMI Kasih Karunia, Jalan Hang Tuah 2 Medan
Jumaat 11 Oktober 2013
Untuk dikhotbahkan pada Keb. Sektor tgl 15 dan 16 Okt 2013

Nats Alkitab        : 2 Timotius 1:1-14

1.       Pendahuluan
Paulus kini adalah seorang tahanan di Roma yang menantikan saat kematiannya, ditinggalkan oleh banyak sahabatnya (ayat 2Tim 1:152Tim 4:16), dan rindu untuk melihat Timotius sekali lagi. Dia memohon teman sekerjanya tetap setia pada kebenaran Injil dan datang secepatnya untuk bersama dia sementara hari-hari terakhir hidupnya di bumi ini (2Tim 4:21).

2.       Tafsiran Nats

i)        Ayat 3-5
Paulus menitikberatkan hati nurani yang murni (Sunedesis)  di dalam pelayanannya kepada Allah baik pada masa sesudah ia menjadi orang Kristen maupun sebelumnya. Keseriusan pengabdian ini telah ia warisi dari nenek moyangnya (ayat: 3 “ …seperti yang dilakukan oleh nenek moyangku…”. Sekalipun  Paulus telah menjadi Kristen ia tidak mengingkari kekayaan-kekayaan yang ada dalam agama-agama nenek moyangnya  bahkan ia menghormati kekayaan-kekayaan itu.
Paulus memuji bahwa hati nurani yang demikian juga ada pada diri Timotius (“imanmu yang tulus ikhlas” atau iman yang tidak munafik), iman yang demikian diwarisi Timotius dari ibunya “Eunike” dan neneknya “Lois”. Nenek dan ibunya ini telah mendidik Timotius secara serius sejak kecil di dalam kitab suci PL  (II Tim 3:14,15) kemudian setelah mereka menjadi Kristen tetap mendampinginya secara tulus di dalam iman kepada Yesus.

ii)       Nasihat untuk bertekun ayat 6-14
Bagian ini membahas nasihat Paulus kepada Timotius supaya ia bertekun dalam menunaikan tugasnya, nasihat ini didasarkan tiga hal:
·         Kesadaran akan panggilan yang mulia untuk tugas pelayanan
·         Kasih Karunia Tuhan Yesus yang bekerja pada diri orang percaya
·         Teladan Paulus sendiri dalam menjalankan tugas dan menanggung penderitaan
      Ayat 7: ….bukan roh ketakutan melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
 Sifat-sifat ini dimiliki tiap orang Kristen yang hidup di dalam Roh, terlebih ini berlaku untuk Timotius yang hidup di dalam Roh. Oleh karena Timotius dalam kemudaanya masih dihinggapi oleh perasaan takut, maka dia diperlengkapi dengan keberanian dan kekuatan dan kasih dan penguasaan diri untuk melakukan tugas pelayanannya dengan baik.

3.       Refleksi/Aplikasi
Nats ini cukup kaya akan pengajaranan bagi kehidupan umat Kristen masa kini, tetapi dalam kesempatan ini kami mengemukakan 2 topik aplikasi yang ditonjolakan:

·           Pendidikan Rohani yang baik kepada anak-anak akan memberikan warisan berharga bagi masa depannya.
·           Tuhan memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Poin ini kami jelaskan dengan kutipan illustrasi full-life di bawah ini:
Pendiri dan pimpinan sebuah perusahaan penerbangan Amerika yang sukses mengungkapkan filsafat bisnisnya, "Saya suka melakukan hal-hal yang menakutkan. Tanpa ketakutan, tak ada keberanian." Itulah sebabnya ia selalu mencari kemungkinan-kemungkinan untuk dapat memperluas jangkauan penerbangan, bukannya berpuas diri dengan kekayaan yang telah dicapai perusahaannya. Ia menempuh banyak risiko setiap kali memulai pelayanan ke kota-kota yang baru. Namun ia tak pernah patah semangat.
Keberanian bukan berarti tak ada ketakutan, melainkan adanya kemauan untuk bertindak, bahkan ketika kita merasa takut akan apa yang mungkin terjadi bila kita melakukannya.
Ketika Paulus menulis kepada rekan sekerjanya Timotius, ia mendorong Timotius untuk berani bertindak demi Kristus, walaupun keberanian Paulus sendiri telah membawanya ke penjara. "Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan," tulis Paulus, "melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu" (2Timotius 1:7,8).
"Mencari yang aman" tak sepantasnya menjadi pilihan para pengikut Kristus. Orang-orang percaya senantiasa dipanggil untuk mengidentifikasikan diri secara terang-terangan dengan Yesus dan dengan mereka yang menderita karena kesetiaan kepada Kristus. Kekuatan untuk melakukan hal itu datang dari Roh Kudus Allah yang diam di dalam diri kita.
Marilah bertindak dengan berani dan menghadapi segala sesuatu yang menakutkan pada hari ini
KEBERANIAN BUKAN BERARTI TAK ADA RASA TAKUT
MELAINKAN MENGUASAI RASA TAKUT

Medan 11 Oktober 2013
Pdt. T.M. Karo-karo, STh,MA


Daftar Pustaka
·         Budiman, R, Surat-surat Pastoral I & II Timotius dan Titus, BPK Gunung Mulia, Jakarta 1984
·         Guthrie, Donald, “Tafsiran I &II Timotius” dalam Tafsiran Alkitab Masakini 3, Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, Jakarta 1999
·         Alkitab Sabda.Com—full life



No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.