RINGKASAN KHOTBAH MINGGU 08 DESEMBER
2013
ADVENT II, GMI KASIH KARUNIA, MEDAN
Nats Khotbah :MATIUS 3:1-12
Thema: “Luruskanlah jalan bagi Tuhan”
I)
Diri Yohanes Pembaptis.
1) Yohanes Pembaptis berbeda dengan rasul
Yohanes.
Yohanes Pembaptis ini adalah anak dari Zakharia dan
Elisabeth (Luk 1:5-25,57-66).
2) Nama ‘Yohanes’
berarti Tuhan itu baik / penuh kasih karunia
3) Hubungan Yohanes
Pembaptis dengan Elia:
a) Mal 4:5
Mat 11:14 Mat 17:10-13 kelihatannya menunjukkan bahwa Yohanes
Pembaptis adalah Elia atau reinkarnasi dari Elia.
Mat 17:10-13 - “Lalu murid-muridNya bertanya
kepadaNya: ‘Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus
datang dahulu?’ Jawab Yesus: ‘Memang Elia akan datang dan memulihkan segala
sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak
mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak
Manusia akan menderita oleh mereka.’ Pada waktu itu mengertilah murid-murid
Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis”.
b) Tetapi Alkitab jelas sekali menentang reinkarnasi, karena
dalam Ibr 9:27 dikatakan bahwa “manusia ditetapkan untuk mati
hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi”.
Disamping itu Yohanes Pembaptis sendiri dengan jelas berkata
bahwa ia bukanlah Elia.
Yoh 1:21a - “Lalu mereka bertanya kepadanya:
‘Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?’ Dan ia menjawab: ‘Bukan!’”.
c) Elia dan Yohanes
Pembaptis mempunyai beberapa persamaan seperti:
pakaian
(2Raja 1:8 Mat 3:4).
semangat
/ keberanian (Mat 3:7-dst Mat 14:3-4
1Raja 18:16-19).
Jadi, kesimpulannya adalah: Yohanes
Pembaptis bukanlah Elia / reinkarnasi dari Elia, tetapi hanyalah orang yang
mempunyai banyak persamaan dengan Elia.
II) Tugas dan pelayanan Yohanes Pembaptis.
1) Tugasnya adalah mempersiapkan jalan bagi
Yesus (ay 3).
Pada jaman itu, kalau seorang raja mau berkunjung ke suatu
tempat, utusannya mendahului dia untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Yesus
adalah Raja, dan Yohanes Pembaptis mempunyai suatu tugas khusus, yaitu
mempersiapkan jalan bagi Yesus. Yohanes Pembaptis harus mempersiapkan
orang-orang untuk menerima kedatangan Tuhan Yesus. Ia harus menghancurkan
penghalang (dosa) yang membuat manusia menolak untuk menerima Kristus (bdk. ay
3: ‘luruskan jalan bagiNya’).
Penerapan:
Setiap hamba Tuhan, bahkan setiap orang Kristen mempunyai
tugas khusus. Ini terlihat dari:
Ef 2:10
- “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk
melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya
kita hidup di dalamnya”.
gambaran
orang kristen sebagai anggota-anggota tubuh Kristus (1Kor 12:12-dst), yang
tentunya menunjukkan bahwa setiap anggota mempunyai fungsi yang khusus.
Karena itu, mintalah petunjuk Tuhan dengan banyak berdoa
supaya saudara mengetahui apa tugas khusus saudara, dan layanilah Tuhan di
situ.
2) Memberitakan Firman Tuhan.
a) Ia memberitakan
Firman Tuhan kepada umum (ay 2):
1. Orang banyak itu mau
mengorbankan waktu dan tenaga, menempuh jarak yang jauh (ay 1,5) untuk
mendengarkan Firman Tuhan.
Jaman sekarang banyak orang kristen memilih gereja yang
dekat dengan rumahnya, tanpa peduli apakah gereja itu mengajarkan Firman Tuhan
yang baik atau tidak. Ini jelas merupakan sikap yang salah. Saudara harus mau
pergi ke gereja yang baik, sekalipun letaknya jauh dari rumah saudara!
2. Berita yang disampaikan oleh Yohanes
Pembaptis:
‘Bertobatlah’.
Pertobatan yang sejati harus mencakup elemen pikiran, emosi
/ perasaan dan kehendak. Pertobatan adalah tindakan berbalik 180° dari
kehidupan lama.
‘Kerajaan
Surga sudah dekat’.
Kerajaan surga bisa berarti bermacam-macam:
Pemerintahan
Allah.
keselamatan
yang sempurna.
gereja.
semua
yang sudah ditebus.
b) Ia memberitakan
Firman Tuhan kepada orang-orang Farisi dan Saduki (ay 7-10).
Mat 3:7
- “Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki
datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: ‘Hai kamu keturunan
ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan
diri dari murka yang akan datang?”.
Tetapi kata-kata ‘datang untuk dibaptis’ dalam
Mat 3:7 ini diterjemahkan berbeda-beda.
Jadi sebetulnya tidak terlihat bahwa orang-orang Farisi dan
orang-orang Saduki itu datang untuk dibaptis! Mungkin sekali
mereka hanya datang ke tempat di mana Yohanes Pembaptis membaptis. Tetapi bdk.
ay 11: ‘Aku membaptis kamu dengan air ...’. Kalau kata-kata
ini masih ditujukan kepada orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki, maka ini
menunjukkan bahwa mereka juga dibaptis oleh Yohanes Pembaptis.
Yohanes
Pembaptis menegur dosa orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki itu dengan
cara yang sangat keras, padahal namanya berarti ‘Tuhan itu baik / penuh
kasih karunia’. Ini bukanlah sesuatu yang bertentangan, karena kebaikan /
kasih kepada seseorang harus ditunjukkan dengan suatu keberanian menegur dosa
orang itu. Jadi, peneguran
dosa adalah wujud kasih. Bandingkan dengan Amsal 27:5-6
yang berbunyi: “Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih
yang tersembunyi. Seorang
kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium dengan
berlimpah-limpah”.
Penerapan:
Gereja / orang kristen yang anti pengkhotbah keras, jelas
bukanlah gereja / orang kristen yang baik! Mereka harus ingat bahwa Yohanes
Pembaptis, rasul-rasul, nabi-nabi Perjanjian Lama, dan bahkan Yesus sendiri
(bdk. Yoh 6:60 Mat 23:1-36) adalah pengkhotbah-pengkhotbah
keras.
Yohanes
Pembaptis menegur golongan tertentu (orang-orang Farisi dan orang-orang
Saduki) di depan umum. Mat 18:15-17 mengatakan bahwa peneguran
dosa harus dilakukan di bawah empat mata, tetapi 1Tim 5:20 mengatakan
bahwa peneguran dosa harus dilakukan di depan semua orang supaya semua menjadi
takut (bdk. Gal 2:11-14 dimana Paulus menegur Petrus di depan umum). Dari ayat-ayat itu bisa ditarik
kesimpulan bahwa ada dosa-dosa yang penegurannya harus dilakukan secara pribadi
dan ada dosa-dosa yang penegurannya harus dilakukan di depan umum.
Tegurannya:
mereka
tidak bisa lari dari murka Allah kecuali mereka bertobat (ay 7). Memang kita
hanya bisa lari dari murka Allah dengan cara lari kepada Allah!
orang
yang bertobat harus mengeluarkan buah pertobatan yaitu perubahan hidup (ay 8).
pertobatan
bersifat individuil.
Sekalipun mereka adalah ‘keturunan Abraham’ tetapi
hal itu tidak ada artinya kalau mereka sendiri tidak bertobat (ay 9).
Karena itu jangan bersandar pada iman nenek moyang (orang tua yang adalah
pendeta, kakek / nenek yang adalah majelis, dsb).
kalau
tidak betul-betul bertobat, hukuman akan segera datang, bahkan sudah di ambang
pintu (ay 10).
Penerapan:
Lagi-lagi kita lihat bahwa dalam pemberitaan Injil, kita
boleh dan seharusnya memberitakan hukuman / ancaman dari Tuhan bagi orang yang
tak mau bertobat!
3) Membaptis.
a) Baptisan Yohanes
adalah untuk pertobatan dan pengampunan dosa (ay 11 Mark 1:4
Luk 3:3). Ini tidak berarti bahwa baptisan itu sendiri bisa mengampuni
dosa! Tanpa adanya iman dan penyesalan dosa, kita tidak mungkin bisa diampuni.
b) Yohanes melakukan
baptisan dengan menggunakan air. Ini hanya merupakan tanda lahiriah saja. Yang
bisa melakukan baptisan rohani adalah Kristus sendiri (ay 11).
1. Baptisan Roh.
Baptisan
Roh berarti pemberian Roh Kudus, dan ini terjadi pada saat seseorang percaya
kepada Kristus.
Ef 1:13 - “Di dalam Dia kamu juga - karena kamu
telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu - di dalam Dia kamu
juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang
dijanjikanNya itu” (bdk. Yoh 7:38-39 Gal 3:2-5,14).
Karena itu kalau saudara sudah betul-betul percaya kepada
Yesus, saudara tidak perlu mencari baptisan Roh Kudus. Saudara sudah
mendapatkannya!
Ada
banyak ajaran yang mengatakan bahwa Baptisan Roh harus disertai dengan bahasa
lidah / Roh. Tetapi pada saat Stefanus dipenuhi Roh Kudus (Kis 6:5), ia
tidak berbahasa lidah / Roh. Juga pada waktu Saulus / Paulus menerima /
dipenuhi Roh Kudus pertama kalinya, ia tidak berbahasa lidah / Roh
(Kis 9:17). Kis 2:1-11 merupakan penggambaran / penceritaan
tentang apa yang terjadi pada hari Pentakosta. Tetapi itu bukan hukum / rumus!
Jadi bisa saja ada orang yang menerima / dipenuhi Roh Kudus lalu berbicara
dalam bahasa lidah / Roh, tetapi itu bukan merupakan suatu keharusan!
2. Baptisan api.
‘Api’ bisa berarti:
hukuman
(bdk. ay 10,12).
alat
pemurni (bdk. Mal 3:2-3
- “Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatanganNya? Dan siapakah
yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api
tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti
orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi,
menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang
yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN”).
Kalau ‘api’ diartikan sebagai ‘alat pemurni’, maka:
Karena itu ada orang yang mengambil kedua arti tersebut.
Jadi, orang yang percaya akan menerima Roh Kudus dan disucikan, sedangkan orang
yang tidak percaya akan dihukum.
Jawab:
‘Baptisan api’ maupun ‘baptisan Roh’ tidak menunjuk pada sakramen baptisan.
Dalam Kitab Suci sakramen baptisan tidak pernah dilakukan dengan menggunakan
zat lain selain air! Karena itu melakukan sakramen baptisan dengan menggunakan
bendera adalah tidak sah!
c) Baptisan Yohanes dan
baptisan Kristen.
1. Persamaannya:
dua-duanya
diperintahkan oleh Allah .
dua-duanya
menggunakan air.
dua-duanya
berhubungan dengan perubahan hidup.
dua-duanya
adalah sakramen yang berhubungan dengan pengampunan dosa.
2. Perbedaannya:
Baptisan
Yohanes melihat ke depan karena Kristus belum disalib; baptisan Kristen melihat
ke belakang kepada Kristus yang sudah tersalib.
Baptisan
Yohanes menekankan pertobatan; baptisan Kristen menekankan iman.
Baptisan
Yohanes untuk orang Yahudi saja; baptisan Kristen untuk segala bangsa (Mat
28:19).
Baptisan
Yohanes tidak berhubungan dengan penerimaan Roh Kudus (bdk. Kis 19:2-3);
baptisan Kristen berhubungan dengan penerimaan Roh Kudus. Ini tak berarti bahwa
baptisan Kristen menjamin penerimaan Roh Kudus. Tetapi kalau seseorang
betul-betul percaya kepada Yesus, dan ia memberikan diri untuk dibaptis, maka
ia pasti menerima Roh Kudus, dan juga karunia-karuniaNya.
Kis 2:38 - “Jawab Petrus kepada mereka:
‘Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam
nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia
Roh Kudus”.
Catatan:
kata-kata ‘karunia Roh Kudus’ di sini tidak berarti ‘karunia
dari Roh Kudus’, tetapi ‘karunia berupa Roh Kudus’.
Adanya perbedaan-perbedaan ini menyebabkan orang yang telah
dibaptis oleh Yohanes Pembaptis bisa dibaptis ulang dengan menggunakan baptisan
kristen (bdk. Kis 19:3-5). Tetapi baptisan kristen sendiri tidak boleh
diulang, karena pengulangan baptisan kristen merupakan penghinaan terhadap
baptisan yang pertama
Medan Adven II
Pdt. T.M. Karo-karo, STh, MA
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.