KHOTBAH
MINGGU 01 JUNI 2014 DI GMI KASIH KARUNIA
Natts
Khotbah : Yohanes 17:1-11
Thema
: “Allah dimuliakan dalam Persekutuan Jemaat”
Ketika Yesus menyadari bahwa waktunya tidak lama
lagi bersama murid-muridNya, dan hal ini sudah dikemukakan dalam Yohanes
16:4b-7, 16-19, Ia menaikkan doa syafaat yang pertama bagi diriNya (1-8), kedua
kepada murid-muridNya (9-19), ketiga kepada semua orang percaya (ayat 20-26).
Dalam bingkai nas khotbah Minggu ini kita akan mendalami doa Yesus bagi diriNya
dan bagi murid-muridNya.
(1) Doa Yesus bagi diriNya dimulai dengan kata
“Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah anak-Mu, supaya anakMu mempermuliakan
Engkau”. Kata “permuliakan” kita temukan dua kali yang ditujukan kepada diriNya
yaitu dalam ayat 1 dan 5, ini penting sebagai legitimsi bahwa Anak dan Bapa
adalah satu. Perhatikanlah ayat ayat 10 ”segala milikKu adalah milikMu dan
milikMu adalah milikKu”, dan juga dalam ayat 21 “seperti Engkau, ya Bapa, di
dalam Aku dan Aku di dalam Engkau..”. Oleh karena itu Yesus mempunyai kuasa
memberikan hidup yang kekal (Ayat 2 dan bandingkan Pembacaan, Mazmur 68:2-11;
33-36, khususnya ayat 36). Dan hidup kekal diberikan kepada setiap orang yang
mengenal (percaya) kepada satu-satunya Allah yang benar di dalam Yesus Kristus
yang datang ke dalam dunia (ayat 3, bandingkan Yohanes 1:1, 13; 3:15-16, 40,
dll,).
Doa Yesus bagian pertama ini juga sebagai ucapan
syukur Yesus telah melakukan pekerjaan yang diberikan Bapa kepadaNya yakni
menyampaikan firman yang disampaikan kepadaNya (ayat 8) sudah disampaikan dan
hasilnya adalah murid-mururid Yesus. Dalam ayat 6 Yesus mengatakan bahwa mereka
yang percaya adalah milik Allah berarti milik Yesus sebab mereka hidup menuruti
Firman yang telah disampaikan yakni mereka sungguh-sungguh percaya bahwa Yesus
adalah berasal dari Allah.
==> Sungguh kita adalah orang yang paling
beruntung sebab kita adalah orang yang percaya kepada satu-satunya Allah yang
benar, yaitu Allah yang kita kenal di dalam Yesus Kristus yang mempunyai kuasa
memberikan hidup kekal yang di dambakan setiap manusia. Tetapi tidak semua
orang memperolehnya karena kunci untuk memperolehnya adalah percaya dan kita
adalah orang yang percaya, betapa beruntungnya kita.
(2) Setelah menyampaikan doa bagi diriNya, Yesus
kemudian berdoa bagi murid-muridNya. Doa ini didasari bahwa (1) murid-murid
adalah milik Allah/milik Yesus. Sebagai milik, Yesus mengasihi mereka sehingga
secara khusus mendoakan mereka; (2) Yesus akan meninggalkan dunia ini untuk
menyelesaikan misi keselamatan dengan menempuh jalan kematian disalib. Jalan
salib adalah satu-satunya jalan pengampunan bagi manusia yang berdosa yang
percaya kepadaNya bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah. Kata “mereka masih ada
di dalam dunia ini” sebagai sebab keprihatinan Yesus, sebab mereka akan banyak
mengalami penderitaan karena mereka akan hidup sebagai mana selama ini
mempermuliakan Yesus atau dengan kata lain melanjutkan pekerjaan Yesus di dunia
ini. Oleh karena itu Yesus secara khusus berdoa agar Bapa yang kudus
memeliharakan murid-murid dalam nama Yesus yakni nama Allah yang diberikan
kepada Yesus agar murid-murid menjadi satu (ayat 11). Jadi kalau kita mendalami
ayat 11 maka ada dua hal penting disampaikan dalam doa Yesus.
Pertama, nama Yesus adalah nama Allah itu sendiri.
Nama ini bukan sekedar nama tapi nama yang berkuasa.
==> Nama Yesus adalah nama yang berkuasa
menyembuhkan penyakit (Kis.Ras 3:6, Markus 16:18); berkuasa mengusir setan
(Markus 3:15, 16:17), bahkan di dalam Kis.Ras 4:12 disebutkan ”Dan keselamatan
tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong
langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita
dapat diselamatkan." Juga di dalam Yohanes 14:12-14 disebutkan “apa pun
juga yang kamu minta dalam namaku (Yesus), aku akan melakukannya, supaya Bapa
dimuliakan di dalam Anak”.
Kedua, Supaya mereka menjadi satu sama seperti
kesatuan Allah Bapa dan Allah Anak. Mengapa kesatuan penting bagi Yesus? Sebab
bukan saja dalam pengertian seperti ungkapan “bersatu kita teguh bercerai kita
runtuh”, tapi lebih dari itu kesatuan adalah hakekat Allah sebagaimana
digambarkan sama seperti Bapa dan anak adalah satu. Dan sebagai milik Tuhan
kita harusnya hidup dalam kesatuan. Dan bukan saja itu, tetapi hidup dalam
kesatuan sebagai kesaksian bahwa murid-murid adalah benar-benar milik Allah,
milik Yesus sehingga dunia percaya bahwa benar Yesus adalah Mesias yang diutus
untuk menyelamatkan manusia.
==> Bagaimana persekutuan jemaat kita saat ini,
sudahkah sehati sepikir yang nampak dalam kesatuan yang saling mengasihi dan
berbagi satu dengan yang lain? Yesus secara khusus mendoakan muridnya agar
mereka menjadi satu, itu menunjukkan betapa pentingnya kesatuan para murid dan
tentunya juga semua orang percaya. Oleh karena itu sangatlah ironis jika
murid-murid Yesus/orang percaya tidak memperlihatkan kesatuan, apa lagi saling curiga, saling merendahkan bahkan saling
bermusuhan. Harus disadari bahwa persekutuan kita bukan di dasari organisasi
dunia, politik, bisnis, dll. sebab bila demikian persekutuan tersebut tidak
akan kokoh. Tetapi didasari pemahaman bahwa kita adalah milik Allah yang sudah
dibeli dengan harga yang sangat mahal yakni kematian Yesus Kristus di kayu
salib. Kesadaran demikian akan membuat kita senantiasa mengucap syukur dan berusaha
hidup sesuai dengan kehendak Allah. Kehendak Allah di dalam perikop kita sangat
jelas yakni supaya menjadi satu. Menjadi satu bukan berarti seragam tetapi
menjadi satu di dalam percaya kepada Yesus keristus yang saling mengasihi dan
berbagi satu dengan yang lain. Dan hal tersebut tidaklah mudah, itulah sebabnya
Yesus telah berdoa bagi kita agar dalam Nama Yesus kita dipelihara dalam
kesatuan sebagai orang percaya. Perbuatan Yesus mendoakan murid-muridNya ini
harus juga kita pahami sebagai suatu teladan agar kita juga saling mendoakan,
terlebih pemimpin jemaat harus mendoakan jemaat, demikian juga dalam rumah
tangga orang tua harus mendoakan anak-anak mereka agar kesatuan ditengah-tengah
persekutuan jemaat, keluarga sungguh-sungguh persekutuan yang menampakkan
kemuliaan Allah.
Kita percaya di dalam nama Yesus doa kita di
dengarkan, doa kita dijawab seturut dengan kehendak Allah. Dan dalam nama Yesus
ada kuasa menyembuhkan, melepaskan dari kuasa jahat dan keselamatan.
Aplikasi:
1. Semua pemberita Firman
Tuhan, baik pendeta, penginjil, dosen theologia, guru agama, guru Sekolah
Minggu, ataupun penginjil pribadi, harus banyak berdoa untuk orang-orang yang
mereka layani, karena tanpa itu tidak akan ada buah pelayanan. Ini juga berlaku
untuk pelayanan yang lain seperti koor / paduan suara, vocal group, pengurus
komisi, majelis, dan bahkan untuk pelayanan yang sederhana seperti mengajak
orang ke gereja. Apakah saudara berdoa untuk orang-orang yang saudara layani?
2.
Penerapan:
·
Sekalipun kita tahu
bahwa setan sudah ditetapkan untuk dihukum (Mat 8:29 Yudas 6),
tetapi kita tetap harus berjuang melawannya dan berdoa untuk menentang segala
pekerjaannya.
·
Sekalipun Allah berjanji
mencukupi kebutuhan hidup kita (Mat 6:25-34) tetapi kita tetap wajib berdoa untuk
itu (Mat 6:11).
·
Sekalipun kita tahu bahwa kita tidak bisa kehilangan keselamatan
kita (Yoh 10:27-29), kita tetap harus berjuang dengan takut dan gentar (Fil
2:12).
3.
Kita boleh saja berdoa
supaya mendapatkan penghasilan yang lebih besar, jabatan yang lebih tinggi,
gelar yang lebih hebat, selama kita tidak meminta hal-hal itu semata-mata demi
kemuliaan diri kita sendiri, tetapi kita ingin supaya melalui semua itu kita
bisa lebih memuliakan Allah. Ingat bahwa ‘memuliakan Allah’ harus menjadi
tujuan hidup setiap orang (1Kor 10:31).

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.