Wednesday, May 28, 2014











Khotbah Hari Kenaikan Tuhan Yesus
Kamis 29 Mei 2014 di GMI Kasih Karunia, Jln Hang Tuah Medan
Nats Alkitab: Lukas 24:44-53
Thema: Kuasa Kenaikan Yesus ke Sorga
By: Rev. T.M. Karo-karo,STh,MA

        I.            Pendahuluan
Sebelum Tuhan Yesus Naik ke sorga,  selama 40 hari Dia ada di dunia ini, ada tujuanNya sehingga masih berada di dalam dunia ini dan masih bergaul bersama-sama para murid:
1.      Menunjukkan bahwa Ia betul-betul bangkit dari antara orang mati  dan bahwa Dia betul-betul hidup. Ini menunjukkan betapa pentingnya kepercayaan pada kebangkitan Yesus.  Sudahkah anda percaya bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati ?
2.      Dalam 40 hari itu ada perbedaan yang besar yang dihadapi Yesus, Dia tidak ada menghadapi tantangan dan cercaaan dari orang-orang Yahudi.
Dalam mengikuti dan melayani Kristus pada saat ini, memang ada banyak serangan terhadap diri kita / gereja. Tetapi dengan melihat pada kehi-dupan Kristus di bumi ini selama 40 hari antara kebangkitanNya dan kenaikanNya ke surga, kita boleh yakin bahwa ada suatu saat kelak, kitapun akan bebas dari semua serangan itu! Tetapi sementara semua serangan itu masih ada, bertekunlah dalam mengikut dan melayani Kristus!

     II.            Kenaikan Yesus ke Surga
1.      Sifat Kenaikan Yesus ke Sorga
1)     Kenaikan Yesus ke sorga adalah historis, benar-benar terjadi bukan sekadar perumpamaan, dongeng, atau illustrasi.
Lukas menceritakan kenaikan Kristus ke surga baik dalam Injil Lukas (Luk 24:50-53) maupun dalam Kisah Rasul (Kis 1:1-11). Karena peris-tiwa kenaikan Kristus ke sorga ini ada dalam  Firman Tuhan, maka tidak percaya pada kenaikan Kristus ke surga adalah sama dengan tidak percayan pada  Firman Tuhan.

2)     Kenaikan Yesus ke Sorga adalah kenaikan yang bersifat Jasmani
Kematian, Kebangkitan, kenaikan Tuhan Yesus  ke surga dan kedatangan Kristus keduakalinya semuanya bersifat jasmani. Jadi, tubuhNya betul-betul naik ke surga dan karena tubuhNya memang tidak maha ada, maka sekarang Ia tidak lagi hadir secara jasmani di dunia ini.

3)     Yesus naik secara perlahan ke atas/Sorga (Kis. 1:9,11)
Mengapa Ia tidak tahu-tahu menghilang begitu saja? Mengapa Ia harus naik perlahan-lahan ke atas / ke surga? Karena Ia ingin murid-muridNya dan kita semua tahu bahwa Ia memang naik ke surga, bukan sekedar hilang begitu saja.
Dengan demikian, sekalipun kita tahu bahwa sekarang Ia tidak hadir secara jasmani di dunia ini, tetapi kita tahu bahwa Ia tetap hidup terus di surga. Kita mempunyai seorang Juruselamat yang hidup selama-lamanya!
4)     Kenaikan Yesus ke sorga tidak ditunjukan kepada semua orang.
Mengapa? Jawabannya adalah  sebagai berikut:  Sebagaimana setelah kebangkitanNya Ia tidak menunjukkan diriNya kepada semua orang, demikian juga Ia tidak mengijinkan semua orang menjadi saksi-saksi kenaikanNya ke surga; karena Ia menghendaki bahwa misteri iman ini diketahui melalui pemberitaan Injil dan bukannya dengan dilihat dengan mata.

Ini menunjukkan bahwa kita harus memberitakan Injil.
Ini menunjukkan bahwa pemberitaan Injil jauh lebih penting dari kesaksian siapapun yang mengalami apapun! Kalau memang pengalaman lebih penting dari pada Firman Tuhan / Injil, pasti Yesus menunjukkan Kebangkitan dan KenaikanNya ke sorga kepada semua orang! Karena itu jangan menjadi orang kristen yang lebih senang mendengar khotbah yang dipenuhi kesaksian, dari pada khotbah yang betul-betul menguraikan Firman Tuhan!

2.      Tujuan Kenaikan Yesus Ke Sorga
a)     Untuk menunjukkan missiNya untuk menebus dosa manusia  sudah selesai (Yoh 17:4-5)
Bapa, yang mengutus Yesus untuk turun ke dunia dan membereskan dosa manusia, pasti tidak akan mau menerima Yesus kembali di surga, kalau misi Yesus itu belum selesai. Bahwa Bapa menerima Yesus kembali di surga, menunjukkan bahwa misi penebusan dosa manusia itu memang sudah selesai. Jadi, sama seperti kebangkitan-Nya, maka kenaikan Yesus ke surga juga merupakan fakta / faktor yang menjamin keselamatan orang percaya.

b)     Untuk menunjukkan bahwa kita yang percaya kepadaNya juga akan ke sorga (Yoh 14:2-3 Yoh 17:24 Ef 2:6).
Jadi, sama seperti kebangkitanNya, kenaikanNya ke surga juga meru-pakan pola yang akan diikuti oleh semua orang yang percaya kepada-Nya.
Yesus pergi ke sana sebagai Perintis / Pelopor untuk membuka jalan, sebagai Teman kita untuk menyiapkan tempat bagi kita, dan sebagai Jaminan bahwa semua yang ada di dalam Dia akan datang pada kebahagiaan yang sama. Jika Ia tidak masuk, kita juga tidak bisa masuk; tetapi dalam diri Yesus Allah telah memberikan kepada kita suatu tanda bahwa kita juga akan bangkit dari kematian, dan akan masuk ke sorga.
 Sejarah gereja adalah sejarah Kristus yang terulang: gereja akan dikhianati, gereja akan disesah, gereja akan difitnah dan diludahi; gereja mungkin akan disalib dan mati; tetapi gereja akan bangkit kembali. Tuannya bangkit, dan seperti Dia gereja akan bangkit dan menerima kemuliaan. Kamu tidak akan pernah bisa membunuh gereja sampai kamu bisa membunuh Kristus; dan kamu tidak akan pernah bisa mengalahkan gereja sampai kamu mengalahkan Tuhan Yesus, yang telah mengenakan mahkota keme-nangan.
c)     Supaya Roh Kudus Turun (Yoh 16:7)
Setelah Kristus naik ke surga, maka Kristus tidak lagi menyertai orang percaya secara jasmani (Mat 26:11), tetapi dengan turunnya Roh Kudus, Ia menyertai orang percaya secara rohani (Yoh 14:16,18,19). Dengan demikian Ia bisa menggenapi janjiNya dalam ayat-ayat seperti Mat 18:20 Mat 28:20b. Karena itu, perubahan tempat bagi tubuh Yesus ini, tidak boleh menciptakan jarak antara kita dengan Dia dalam hati kita, karena Yesus tetap hadir bersama kita secara rohani / melalui Roh KudusNya

   III.            Aplikasi
1.       Jangan hanya merenungkan surga tetapi tidak melakukan apa-apa.
2.      Kita harus memberitakan Injil
Ada banyak perintah Tuhan, tetapi ada satu perintah yang sangat ditekankan. Ini terbukti dari diberikannya perintah itu persis sebelum Yesus naik ke surga.
Perintah itu adalah perintah untuk memberitakan Injil.

Kalau kita percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, saudara memang pasti akan masuk ke surga. Surga itu memang enak, menyenangkan, tetapi bagaimanapun juga, jangan hanya merenung tentang surga. Kita  punya tugas selama saudara belum masuk surga, yaitu Pemberitaan Injil. Maukah kita melakukanlah tugas saudara dalam Pemberitaan Injil?



No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.