Khotbah Hari Kenaikan Tuhan Yesus
Kamis 29 Mei 2014 di GMI Kasih Karunia, Jln Hang
Tuah Medan
Nats Alkitab: Lukas 24:44-53
Thema: Kuasa Kenaikan Yesus ke Sorga
By: Rev. T.M. Karo-karo,STh,MA
I.
Pendahuluan
Sebelum
Tuhan Yesus Naik ke sorga, selama 40
hari Dia ada di dunia ini, ada tujuanNya sehingga masih berada di dalam dunia
ini dan masih bergaul bersama-sama para murid:
1.
Menunjukkan
bahwa Ia betul-betul bangkit dari antara orang mati dan bahwa Dia betul-betul hidup. Ini
menunjukkan betapa pentingnya kepercayaan pada kebangkitan Yesus. Sudahkah anda percaya bahwa Yesus bangkit
dari antara orang mati ?
2.
Dalam 40 hari
itu ada perbedaan yang besar yang dihadapi Yesus, Dia tidak ada menghadapi
tantangan dan cercaaan dari orang-orang Yahudi.
Dalam mengikuti dan melayani Kristus
pada saat ini, memang ada banyak serangan terhadap diri kita / gereja. Tetapi
dengan melihat pada kehi-dupan Kristus di bumi ini selama 40 hari antara
kebangkitanNya dan kenaikanNya ke surga, kita boleh yakin bahwa ada suatu saat
kelak, kitapun akan bebas dari semua serangan itu! Tetapi sementara semua
serangan itu masih ada, bertekunlah dalam mengikut dan melayani Kristus!
II.
Kenaikan Yesus
ke Surga
1.
Sifat Kenaikan
Yesus ke Sorga
1)
Kenaikan Yesus
ke sorga adalah historis, benar-benar terjadi bukan sekadar perumpamaan,
dongeng, atau illustrasi.
Lukas menceritakan kenaikan Kristus ke
surga baik dalam Injil Lukas (Luk 24:50-53) maupun dalam Kisah Rasul
(Kis 1:1-11). Karena peris-tiwa kenaikan Kristus ke sorga ini ada
dalam Firman Tuhan, maka tidak percaya
pada kenaikan Kristus ke surga adalah sama dengan tidak percayan pada Firman Tuhan.
2)
Kenaikan Yesus
ke Sorga adalah kenaikan yang bersifat Jasmani
Kematian, Kebangkitan, kenaikan Tuhan
Yesus ke surga dan kedatangan Kristus
keduakalinya semuanya bersifat jasmani. Jadi, tubuhNya betul-betul naik ke
surga dan karena tubuhNya memang tidak maha ada, maka sekarang Ia tidak lagi
hadir secara jasmani di dunia ini.
3)
Yesus naik
secara perlahan ke atas/Sorga (Kis. 1:9,11)
Mengapa Ia tidak tahu-tahu menghilang
begitu saja? Mengapa Ia harus naik perlahan-lahan ke atas / ke surga? Karena Ia
ingin murid-muridNya dan kita semua tahu bahwa Ia memang naik ke surga, bukan
sekedar hilang begitu saja.
Dengan demikian,
sekalipun kita tahu bahwa sekarang Ia tidak hadir secara jasmani di dunia ini,
tetapi kita tahu bahwa Ia tetap hidup terus di surga. Kita mempunyai seorang
Juruselamat yang hidup selama-lamanya!
4)
Kenaikan Yesus
ke sorga tidak ditunjukan kepada semua orang.
Mengapa? Jawabannya adalah sebagai berikut: Sebagaimana setelah
kebangkitanNya Ia tidak menunjukkan diriNya kepada semua orang, demikian juga
Ia tidak mengijinkan semua orang menjadi saksi-saksi kenaikanNya ke surga;
karena Ia menghendaki bahwa misteri iman ini diketahui melalui pemberitaan
Injil dan bukannya dengan dilihat dengan mata.
Ini menunjukkan bahwa kita harus
memberitakan Injil.
Ini menunjukkan bahwa
pemberitaan Injil jauh lebih penting dari kesaksian siapapun yang mengalami
apapun! Kalau memang pengalaman lebih penting dari pada Firman Tuhan / Injil,
pasti Yesus menunjukkan Kebangkitan dan KenaikanNya ke sorga kepada semua
orang! Karena itu jangan menjadi orang kristen yang lebih senang mendengar
khotbah yang dipenuhi kesaksian, dari pada khotbah yang betul-betul menguraikan
Firman Tuhan!
2.
Tujuan Kenaikan
Yesus Ke Sorga
a)
Untuk
menunjukkan missiNya untuk menebus dosa manusia
sudah selesai (Yoh 17:4-5)
Bapa, yang mengutus Yesus untuk turun ke
dunia dan membereskan dosa manusia, pasti tidak akan mau menerima Yesus kembali
di surga, kalau misi Yesus itu belum selesai. Bahwa Bapa menerima Yesus kembali
di surga, menunjukkan bahwa misi penebusan dosa manusia itu memang sudah
selesai. Jadi, sama seperti kebangkitan-Nya, maka kenaikan Yesus ke surga juga
merupakan fakta / faktor yang menjamin keselamatan orang percaya.
b)
Untuk menunjukkan
bahwa kita yang percaya kepadaNya juga akan ke sorga (Yoh 14:2-3
Yoh 17:24 Ef 2:6).
Jadi, sama seperti kebangkitanNya,
kenaikanNya ke surga juga meru-pakan pola yang akan diikuti oleh semua orang
yang percaya kepada-Nya.
Yesus pergi ke sana sebagai Perintis /
Pelopor untuk membuka jalan, sebagai Teman kita untuk menyiapkan tempat bagi
kita, dan sebagai Jaminan bahwa semua yang ada di dalam Dia akan datang pada
kebahagiaan yang sama. Jika Ia tidak masuk, kita juga tidak bisa masuk; tetapi
dalam diri Yesus Allah telah memberikan kepada kita suatu tanda bahwa kita juga
akan bangkit dari kematian, dan akan masuk ke sorga.
Sejarah gereja adalah sejarah Kristus yang
terulang: gereja akan dikhianati, gereja akan disesah, gereja akan difitnah dan
diludahi; gereja mungkin akan disalib dan mati; tetapi gereja akan bangkit
kembali. Tuannya bangkit, dan seperti Dia gereja akan bangkit dan menerima
kemuliaan. Kamu tidak akan pernah bisa membunuh gereja sampai kamu bisa
membunuh Kristus; dan kamu tidak akan pernah bisa mengalahkan gereja sampai
kamu mengalahkan Tuhan Yesus, yang telah mengenakan mahkota keme-nangan.
c)
Supaya Roh Kudus
Turun (Yoh 16:7)
Setelah Kristus naik ke
surga, maka Kristus tidak lagi menyertai orang percaya secara jasmani
(Mat 26:11), tetapi dengan turunnya Roh Kudus, Ia menyertai orang percaya
secara rohani (Yoh 14:16,18,19). Dengan demikian Ia bisa menggenapi
janjiNya dalam ayat-ayat seperti Mat 18:20 Mat 28:20b. Karena itu,
perubahan tempat bagi tubuh Yesus ini, tidak boleh menciptakan jarak antara
kita dengan Dia dalam hati kita, karena Yesus tetap hadir bersama kita secara
rohani / melalui Roh KudusNya
III.
Aplikasi
1.
Jangan hanya merenungkan surga tetapi tidak
melakukan apa-apa.
2.
Kita harus
memberitakan Injil
Ada banyak perintah Tuhan, tetapi ada
satu perintah yang sangat ditekankan. Ini terbukti dari diberikannya perintah
itu persis sebelum Yesus naik ke surga.
Perintah itu adalah
perintah untuk memberitakan Injil.
Kalau kita percaya
kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, saudara memang pasti akan
masuk ke surga. Surga itu memang enak, menyenangkan, tetapi bagaimanapun juga,
jangan hanya merenung tentang surga. Kita
punya tugas selama saudara belum masuk surga, yaitu Pemberitaan Injil.
Maukah kita melakukanlah tugas saudara dalam Pemberitaan Injil?

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.