BAHAN
SERMON LS, CLS, MAJELIS GMI KASIH
KARUNIA
JUMAAT
19 SEPTEMBER 2014
Nats
Alkitab : Filipi 2:1-13
Thema : Bersatulah di Dalam Kasih Kristus
By : Rev. T.M. Karo-karo, STh,
MA
(bisa dibaca di: gmikasihkarunia.blogspot.com)
I.
Pendahuluan
Paulus dengan bahasa
yang sangat halus mengharapkan jemaat di
Filipi supaya melakukan beberapa hal yang sangat penting dalam persekutuan
mereka: “sempurnakanlah sukacitaku dengan ini”
1. Hendaklah
kamu sehati sepikir/bersatu
2. Rendah
hati dengan menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri
3. Jangan
Egoisme, tapi perdulilah kepada yang lain.
Dalam hal semua ini
Tuhan Yesus sebagai teladan yang telah mengosongkan diri, yang menganggap
kesetaraannya dengan Allah itu sebagai
suatu yang tidak harus dipertahankan.
II.
Paulus
Menginginkan Kesatuan
Pada hakekatnya gereja
di Filipi sangat baik, ini terlihat dari banyaknya pujian yang diberikan Paulus
pada mereka (bdk 1:5, 4:10, 14-18). Tetapi bagaimanapun juga ini bukan gereja
yang sempurna, dalam gereja ini ternyata ada perpecahan (bdk 4:2).
Paulus bersukacita
kalau gereja di Filipi bisa bersatu, orang Kristen yang sejati seharusnya
“pembawa damai”, sehingga seharusnya senang kalau gereja bisa bersatu. Tetapi anehnya ada orang-orang
tertentu yang senang kalau melihat sesuatu gereja pecah.
III. Cara Bersatu
1. Tidak
mencari kepentingan diri sendiri dan
pujian yang sia-sia (ayat 3a)
Adanya
keinginan untuk meninggikan diri sendiri, selalu menyebabkan timbulnya
persaingan yang tidak sehat dan akibatnya timbul permusuhan. Demikian juga akan
timbul kesombongan dan egoisme---cara untuk bersatu seperti yang diharapkan
adalah menjauhkan sikap ini dari dalam diri kita. Menjauhkan diri kita dari
mementingkan diri sendiri, kepentingan bersama harus selalu diutamakan.
2. Rendah
hati dan menganggap orang lain lebih baik dari kita. (ayat 3b)
Kalau
kita berusaha untuk bersatu, maka kita berusaha mendekat satu sama lain. Tetepi
ini bisa membuat kita makin melihat kejelekan saudara seiman kita sehingga bisa
menyebabkan kita bahkan makin tidak senang kepada saudara seiman kita. Karena
itu ayat 3b ini penting sekali, kita harus menganggap saudara seiman kita lebih
baik dari diri kita sendiri dalam segala hal, dalam hal ini hendaknya mata kita
bisa melihat kelemahan diri kita sendiri dan selalu memperhatikan kebaikan
orang lain, cara berpikir sedemikian akan menjauhkan kita dari sikap “memuji
diri sendiri”.
3. Jangan
hanya memperhatikan kepentingan diri sendiri, tetapi kepentingan orang lain
juga. (ayat 4)
Intinya
jangan egois, tetapi perdulilah kepada orang lain juga di dalam segenap
hidupmu, karena kita ditetapkan harus hidup di dalam kebersamaan.
4. Meneladani
Yesus (ayat 5)
Kita
hanya bisa sehati, sepikir dan seperasaan dengan Yesus kalau kita banyak
bersekutu dengan Dia. Oleh sebab itu sediakan senantiasa waktu kita untuk
bersekutu dengan Dia.
IV. Teladan Yesus Kristus
Dalam semuanya ini
teladan Yesus Kristus adalah hal yang luarbiasa yang bisa kita terapkan. Dia
yang berkuasa mengosongkan diri (ber-kenosis), tidak memperhitungkan kuasaNya
itu, tapi Ia tetap dalam tugas yang diembankan Bapa kepadaNya. Dia taat menjadi
seperti tidak berkuasa, walau menderita, mati Dia tetap rendah hati.
Teladan seperti inilah
yang harus dipraktekkan oleh pemimpin Kristen dan bahkan semua orang beriman
sehingga segala sikap : mementingkan diri sendiri (egoism), tinggi hati,
ketidak perdulian kepada sesame bisa pupus dari dalam hidup kita. Sole Deo
Gloria!
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.