Thursday, September 25, 2014

BAHAN SERMON  LS, CLS, MAJELIS GMI KASIH KARUNIA
JUMAAT 19 SEPTEMBER 2014


Nats Alkitab    : Filipi 2:1-13
Thema             : Bersatulah di Dalam Kasih Kristus
By                   : Rev. T.M. Karo-karo, STh, MA
(bisa dibaca di: gmikasihkarunia.blogspot.com)
I.       Pendahuluan
Paulus dengan bahasa yang sangat halus mengharapkan  jemaat di Filipi supaya melakukan beberapa hal yang sangat penting dalam persekutuan mereka: “sempurnakanlah sukacitaku dengan ini”
1.      Hendaklah kamu sehati sepikir/bersatu
2.      Rendah hati dengan menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri
3.      Jangan Egoisme, tapi perdulilah kepada yang lain.
Dalam hal semua ini Tuhan Yesus sebagai teladan yang telah mengosongkan diri, yang menganggap kesetaraannya  dengan Allah itu sebagai suatu yang tidak harus dipertahankan.

II.    Paulus Menginginkan Kesatuan
Pada hakekatnya gereja di Filipi sangat baik, ini terlihat dari banyaknya pujian yang diberikan Paulus pada mereka (bdk 1:5, 4:10, 14-18). Tetapi bagaimanapun juga ini bukan gereja yang sempurna, dalam gereja ini ternyata ada perpecahan (bdk 4:2).
Paulus bersukacita kalau gereja di Filipi bisa bersatu, orang Kristen yang sejati seharusnya “pembawa damai”, sehingga seharusnya senang kalau gereja bisa  bersatu. Tetapi anehnya ada orang-orang tertentu yang senang kalau melihat sesuatu gereja pecah.

III. Cara Bersatu
1.   Tidak mencari kepentingan diri sendiri  dan pujian yang sia-sia (ayat 3a)
Adanya keinginan untuk meninggikan diri sendiri, selalu menyebabkan timbulnya persaingan yang tidak sehat dan akibatnya timbul permusuhan. Demikian juga akan timbul kesombongan dan egoisme---cara untuk bersatu seperti yang diharapkan adalah menjauhkan sikap ini dari dalam diri kita. Menjauhkan diri kita dari mementingkan diri sendiri, kepentingan bersama harus selalu diutamakan.

2.   Rendah hati dan menganggap orang lain lebih baik dari kita. (ayat 3b)
Kalau kita berusaha untuk bersatu, maka kita berusaha mendekat satu sama lain. Tetepi ini bisa membuat kita makin melihat kejelekan saudara seiman kita sehingga bisa menyebabkan kita bahkan makin tidak senang kepada saudara seiman kita. Karena itu ayat 3b ini penting sekali, kita harus menganggap saudara seiman kita lebih baik dari diri kita sendiri dalam segala hal, dalam hal ini hendaknya mata kita bisa melihat kelemahan diri kita sendiri dan selalu memperhatikan kebaikan orang lain, cara berpikir sedemikian akan menjauhkan kita dari sikap “memuji diri sendiri”.

3.   Jangan hanya memperhatikan kepentingan diri sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. (ayat 4)
Intinya jangan egois, tetapi perdulilah kepada orang lain juga di dalam segenap hidupmu, karena kita ditetapkan harus hidup di dalam kebersamaan.

4.   Meneladani Yesus (ayat 5)
Kita hanya bisa sehati, sepikir dan seperasaan dengan Yesus kalau kita banyak bersekutu dengan Dia. Oleh sebab itu sediakan senantiasa waktu kita untuk bersekutu dengan Dia.

IV. Teladan Yesus Kristus
Dalam semuanya ini teladan Yesus Kristus adalah hal yang luarbiasa yang bisa kita terapkan. Dia yang berkuasa mengosongkan diri (ber-kenosis), tidak memperhitungkan kuasaNya itu, tapi Ia tetap dalam tugas yang diembankan Bapa kepadaNya. Dia taat menjadi seperti tidak berkuasa, walau menderita, mati Dia tetap rendah hati.
Teladan seperti inilah yang harus dipraktekkan oleh pemimpin Kristen dan bahkan semua orang beriman sehingga segala sikap : mementingkan diri sendiri (egoism), tinggi hati, ketidak perdulian kepada sesame bisa pupus dari dalam hidup kita. Sole Deo Gloria!





No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.