Khotbah Minggu 06 April 2014
GMI Kasih Karunia, Jalan Hang Tuah 2 Medan
Nats Alkitab: Yehezkiel 37:1-14
“Tuhan yang memulihkan kita”
Allah selalu
ingin memulihkan suatu keadaan supaya sesuai kembali dengan apa yang Ia inginkan.
Ia membangkitkan Nuh dan keluarganya, Abraham, dan sebagainya, karena Ia ingin
memulihkan keadaan manusia. Ia selalu memiliki rencana pemulihan yang besar.
Hari ini kita akan melihat salah satu contoh janji pemulihan yang Allah berikan
kepada umat-Nya, yaitu Yeh 37:1-14.
Analisa konteks
Janji
di atas diberikan kepada bangsa Yehuda ketika mereka dalam pembuangan di Babel.
Salah
satu keunikan teks ini adalah pengulangan beberapa frase yang mengindikasikan
“kedaulatan TUHAN”. Frase “dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN” muncul
sebanyak 3 kali (ayat 6b, 13a, 14b). Selain itu, frase “beginilah Firman TUHAN”
muncul 4 kali (ayat 4, 5, 9, 12). Mengapa penekanan terhadap kedaulatan TUHAN
ini penting dalam konteks Yehezkiel? Karena pada waktu itu bangsa-bangsa
mengidentikkan kekalahan suatu bangsa dengan kekuatan/eksistensi allah yang
mereka percayai. Kekalahan bangsa Yehuda dari Babel pasti juga membawa dampak
spiritual, yaitu keraguan terhadap kekuatan TUHAN (dibandingkan dengan dewa Marduk,
dll.).
Situasi
bangsa Yehuda (ayat 1-3, 11)
Tulang-tulang
di dalam visi Yehezkiel melambangkan bangsa Yehuda (ayat 11a). Penggambaran
secara apokaliptis memiliki keuntungan khusus, salah satunya adalah ekspresi
melalui verbal-simbolis yang sulit dicapai jika hanya digantikan dengan media
verbal.
q “tulang-tulang
Kering” (ayat 1-2, 11)
Kematian yang digambarkan di ayat 1-2
merupakan kematian yang mengerikan: (1) tulang-tulang tersebut berada di
lembah. Kematian yang terhormat ada di kuburan. Kematian di lembah/luar
kota merupakan simbol kehinaan. Hanya tulang-tulang saja yang ada
mengindikasikan bahwa mayat-mayat tersebut tidak dikuburkan dengan layak dan
tubuhnya dimakan binatang-binatang liar. Ini merupakan gambaran kematian yang
hina menurut konteks waktu itu. (2) tulang-tulang tersebut sangat
banyak. Yehezkiel melihat tulang-tulang tersebut memenuhi lembah (ayat 1),
berkeliling dan sangat banyak bertaburan (ayat 2). Jumlah yang sangat besar ini
biasanya merujuk pada kekalahan perang
(band. ayat 9 “orang-orang yang tersembelih ini”); (3) tulang-tulang
tersebut sangat kering. Keadaan ‘sangat kering’ ini menggambarkan
situasi bangsa Yehuda yang sudah lama berada di pembuangan.
q “Tanpa harapan” (ayat 2b, 11)
Keberadaan di pembuangan yang sudah sangat
lama menyebabkan bangsa Yehuda kehilangan harapan untuk menjadi sebuah bangsa
kembali. Mereka merasa bahwa peluang untuk itu sudah tidak ada, apalagi bangsa
Babel menjadi tetap kuat dan tidak ada tanda-tanda bahwa suatu bangsa besar
lain sudah muncul. Secara manusia, tulang-tulang itu pasti tidak mungkin
dihidupkan kembali.
q “Kami sudah hilang (ayat 6-8, 11).
Terjemahan LAI:TB “kami sudah hilang” sulit
dipahami. Secara hurufiah, kata Ibrani yang dipakai di sini seharusnya
diterjemahkan “terpisah”.(tidak ada lagi kesatuan)
Dalam bagian visi, tulang-tulang tersebut digambarkan: terpisah dari
sendi-sendinya (ayat 6, “memberikan urat-urat”), berada di tempat yang
berbeda-beda (ayat 7 “saling bertemu”). Gambaran ini sesuai dengan situasi
historis yang dialami bangsa Yehuda. Sebagian dari mereka tinggal di tanah
Yehuda (2Raj 25:12), Mesir (2Raj 25:26), tetapi sebagian besar dibawa ke
pembuangan (2Raj 24:14-16; 25:11). Terpisah di sini juga bisa berarti terpisah
dari tanah perjanjian.
Pemulihan
Allah (ayat 7-10, 12-14)
TUHAN
tidak tinggal diam dengan situasi umat-Nya. Ia menubuatkan sebuah pemulihan!
Pemulihan apa yang Ia janjikan?
(1) Pemulihan fisik.
TUHAN menjanjikan pemulihan tanah dan
eksistensi sebagai sebuah bangsa (ayat 12-13). Dalam bagian visi, pemulihan ini
digambarkan dengan penggabungan tulang-tulang yang dulu terpisah dan tumbuhnya
urat/daging yang menyatukan mereka (ayat 7-8). Bagaimanapun, pemulihan ini
bukanlah yang paling penting.
(2) Pemulihan spiritual atau Pemulihan Rohani
Inti pemulihan yang TUHAN lakukan adalah
secara spiritual. Apa yang telah terjadi pada bangsa Yehuda secara fisik
(kekalahan perang, pembuangan, dll.) sebenarnya merupakan akibat dari
kebobrokan spiritualitas mereka. Ketika TUHAN ingin memulihkan, Ia juga ingin
memulihkan yang paling esensial: spiritualitas.
TUHAN sengaja membedakan jenis pemulihan ini. Ia memerintahkan Yehezkiel untuk
bernubuat secara langsung (ayat 4-6), tetapi yang terjadi adalah secara
bertahap (ayat 7-8 dan 9-10). Pemulihan ini membuat situasi berbalik 180o:
dari tulang-tulang yang kering dan terpisah menjadi tentara yang sangat besar!
(ayat 10). Pemulihan jenis ini hanya bisa terjadi apabila dilakukan oleh Roh
(ayat 9, 14; bandingkan mode nubuat di ayat 7-8).
Konklusi
Apapun keadaan kita sekarang, janganlah merasa bahwa itu
merupakan situasi yang terakhir dan permanen, karena Allah adalah Allah yang
suka terhadap pemulihan (reformasi). Alkitab dan sejarah telah menjadi saksi
setia terhadap pola kerja Allah ini. Ia ingin supaya keadaan kita berubah.
Lebih penting daripada itu, Ia ingin supaya perubahan itu berujung pada
pertumbuhan spiritualitas kita. Marilah kita terus mensyukuri dan berharap
melalui permasalahan kita, kita akan bertambah mengenal kedaulatan TUHAN dan mencintai
Dia.
Aplikasi:
1.
Keadaan
kita yang tanpa harapan—tidak ada lagi yang bisa diandalkan dalam
hidup, hidup sebagai tulang-tulang yang berserakan, tulang-tulang itu tak
mungkin disatukan lagi, apa lagi harapan untuk hidup
Tuhan berjanji akan
memberikan harapan—harapan untuk hidup, harapan untuk sukses, harapan untuk
Berjaya. Tulang-tulang kering akan bersatu, disatukan oleh urat-urat, ditutupi
oleh daging. Akan menjadi tubuh yang sempurna dan kepadanya akan diberikan Roh
kehidupan. Dan kini menjadi tentara yang kuat.
2.
Kita diberikan bukan hanya pemulihan secara jasmani tetapi juga
pemulihan spiritual. Karena keadaan kita yang tanpa harapan ini disebabkan oleh
kebobrokan secara spiritual, Tuhan ingin memulihkan kita secara essensial,
itulah pemulihan secara spiritual.
3. Di Mana Anda Dapat Menemukan Harapan Sejati?
JAM tangan Anda mati dan tampaknya rusak. Sewaktu mencari cara
untuk memperbaikinya, Anda menghadapi banyak pilihan. Iklan tentang perbaikan
jam tangan berlimpah, semuanya memberikan pernyataan yang meyakinkan, malah ada
yang saling bertolak belakang. Tetapi, bagaimana jika Anda mendapati bahwa
seorang tetangga Anda adalah pria cerdas yang merancang jam tangan itu
bertahun-tahun yang lalu? Selain itu, Anda diberi tahu bahwa ia bersedia
membantu Anda, bahkan secara cuma-cuma. Pilihan Anda tampaknya jelas, bukan?
4. Sekarang, bandingkan
jam tangan itu dengan kesanggupan Anda sendiri untuk berharap. Jika Anda
mendapati bahwa Anda kehilangan harapan—seperti yang dialami oleh banyak orang
pada zaman yang bermasalah ini—ke mana Anda akan berpaling meminta bantuan?
Banyak orang mengaku sanggup mengatasi problem itu, tetapi saran yang tak
terhitung banyaknya itu bisa membingungkan dan saling bertolak belakang. Jadi,
mengapa tidak langsung pergi saja kepada Pribadi yang merancang manusia dengan
kapasitas untuk berharap? Alkitab mengatakan bahwa ”dia sebenarnya tidak jauh
dari kita masing-masing” dan Dia sangat bersedia untuk membantu.

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.