Renungan
Pada Kebaktian Penghiburan, Senin 07 April 2014
Keluarga
Alm. Ir. T. br Sianturi, MS (Ny Bishop RPM Tambunan,STh)
Wahyu
21 : 1- 5
”Kematian
Adalah Suatu Pembaharuan”
Bapak-Ibu, dan saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus “SETIAP PERUBAHAN MEMBAWA DAMPAK”
Setiap perubahan, pasti akan
membawa pengaruh atau akibat, apakah itu pengaruh yang menyenangkan ataupun pengaruh
yang menyusahkan atau tidak menyenangkan
Demikian pula halnya
dengan kematian seseorang. Setiap kematian pasti akan membawa
pengaruh, Karena setiap kematian, sebenarnya adalah suatu
perubahan yang luar biasa. Perubahan ini berlaku, baik
bagi yang bersangkutan, yaitu saudari kita yang terkasih Almarhumah “……” maupun
bagi keluarga yang ditinggalkan. Yang menjadi masalah saat ini adalah
sejauh mana nilai perubahan yang dialami oleh Saudari kita yang terkasih
Almarhumah “……” tersebut akan dapat diterima dengan Iman oleh
keluarga yang ditinggalkan bahwa kematian adalah “PINTU MENUJU PERUBAHAN
BESAR”.
Bagi keluarga yang
ditinggalkan, perubahan – perubahan itu akan lebih nyata dirasakan, pada
saat dinilai dan diamati. Namun sebaliknya adalah lain dengan
Almarhumah “…….” yang terkasih. Karena perubahan bagi yang meninggal
dunia, diluar jasad, tentunya tidak dapat kita telusuri. Sebab kita yang berada
saat ini belum pernah megalami kematian. Lalu kalau demikian, bagaimana kita
dapat memahami perubahan yang dialami oleh saudari kita yang terkasih Almarhumah
“…….” ?.
“LALU APA MAKSUD PERUBAHAN YG
DIUCAPKAN OLEH TUHAN YESUS”
Untuk menjawab hal ini, tidak ada
alternatif lain atau jalan lain selain hanya mendengar penjelasan dan
menerima serta meng-iman-i isi Firman Allah yang berbicara tetang
perubahan itu. Yakni sebagaimana yang difirmankan melalui nas pembacaan kita saat ini,
“Lihatlah, Aku menjadikan segala
sesuatu baru !”
Kepada Yohanes Tuhan
Yesus berkata, “Lihatlah Aku menjadikan segala sesuatu baru”. Jadi maksud
dari ucapan ini adalah “bahwa kematian merupakan suatu perubahan
!”. Dan inilah suatu perubahan yang pasti dialami HANYAoleh
orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sampai ia meninggal dunia.
Yang meninggal akan
mengalami yang baru, karena yang lama sesungguhnya telah
lenyap. Lalu apa yang lenyap ?, Yang lenyap adalah seperti yang
disebutkan dalam ayat 4 dalam bacaan kita, dan hal-hal lain yang senada dengan
itu, antara lain tidak ada lagi Air MataTangisan, Kesakitan,
Penderitaan, Kesesakan,
Berbarengan dengan lenyapnya segala
unsur yang mendatangkan derita itu, dan duka cita maka yang baru
telah berlaku dan telah menjadi bagian dari Almarhumah (………) Yakni
suatu “dunia” baru telah menjadi hakekat atau bagian dari Almarhumah saat
ini.
Yang menjadi bagian almarhumah
adalah segala sesuatu yang ditandai oleh
Kemuliaan Allah. Seperti yang digambarkan dalam ayat 2, “Yerusalem yang
baru, turun dari surga, dari Allah, bagaikan pengantin perempuan yang berdandan
bagi suaminya”. Tentu kita mulai dapat membayangkan arti gambaran tersebut.
Yaitu suasana Kemuliaan Allah yang akan membawa kesukaan tersendiri yang
tidak dapat dinilai harganya, yang belum pernah dialami dan dirasakan
oleh Almarhumah (…..) terkasih selama hidup didunia. Yaitu Suatu
perubahan yang membawa pengaruh yang menyukakan, penuh suka cita, penuh kebahagiaan.
Bapak-Ibu-Saudara serta Kel. Duka
yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus kita akan “MEMBANDINGKAN SUKACITA DGN DUKA
CITA YANG SAAT INI TERJADI PADA KEL ….”
Tentu saja yg terkena dampak
pertama kali adalah keluarga yang ditinggalkan. Entah kebiasaan-kebiasaan
setiap hari, senyumnya, tertawanya, kemarahanya, kehadirannya dan
sebagainya.
Ada lima fase yang biasanya dilalui oleh
seseorang ketika mengalami duka cita akibat kematian salah seorang anggota
keluarga dekat yaitu (1). Shock (Terkejut), (2). Denial (Penyangkalan),
(3). Anger (Kemarahan), (4) Mourning (Berkabung) dan (5) Recovery (Pemulihan).
Dapatkah pengaruh yang sangat
terasa itu diimbangi dengan apa yang terdapat dalam bacaan nas kita tadi,
dapatkah duka cita kita terhapuskan oleh perubahan yang membawa
pengaruh yang menyukakan, yang dialami oleh Almarhumah(………)
tercinta ?
Bila kita dengan yakin dan
percaya (DENGAN IMAN KEPADA YESUS KRISTUS) bahwa Almarhumah sudah
mengalami perubahan yang membawa pengaruh yang meyukakan bagi Akmarhumah
“…….”, maka kita pun akan dapat
merelakan kepergiannya bersama Tuhan Yesus dengan penuh
kelegaan dan suka cita besar, sebab Almarhumah (………) terkasih sudah
menempati rumah yang disediakan Tuhan Yesus Kristus, yaitu di Rumah Bapa.

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.