Thursday, April 3, 2014



Renungan pada Kebaktian P2MI Kasih Karunia
Kamis 03 April 2014
SUARA MASSA
Markus 15:6-15

Dalam pelayanan Yesus massa selalu mengerumuni Dia, mereka menanti pengajaranNya dan mujizatNya. Bahkan ketika Yesus perlu waktu untuk berdoa seorang diri massa terus mencari, bahkan dia pernah dielu-elukan bagai seorang raja Besar “ Hasana, hosanna”
1.       Ayat 6-8, apakah massa pengagum Yesus tetap tetap terdengar saat Dia diadili? Mengapa mereka lebih memilih Barabas dari pada Yesus.
2.       Ayat 9-12, apakah Pilatus mengetahui rekayasa imam-imam kepala yang ingin menjatuhkan Yesus? Megapa Pilatus tidak berani membela Yesus dan justru menyerahkan keputusan kepada massa?
3.       Ayat 13-15, mengapa massa yang dulu mengagumi Yesus, kini ingin menyalibkanNya? Mengapa Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak?
4.       Dalam rangka menegakkan kebenaran beranikah anda mengambil keputusan yang berbeda dengan suara orang banyak (massa)?
Massa yang selama ini setia mengerumuni Yesus ternyata mudah sekali dihasut, untunglah Yesus seorang pemimpin yang bukan menggantungkan masa depannya pada suara dukungan massa. Massa itu penting namun suara massa gampang menipu. Hosana menjadi salibkan dia.
Satusatunya harapan Yesus adalah Bapa, bagi Dia yang berlaku bukanlah suara massa melainklan suara Allah. Karena dia tidak takut menghadapi suara massa yang cepat berubah. Dia tidak takut dihujat massa. Dia hanya takut pada Bapa.
Massa mudah dibeli, mudah ditipu oleh orang orang kuat yang punya kepentingan sendiri, oleh karena itu pemimpin yang mengandalkan dukungan massa mudah ditipu, akibatnya tidak mampu menegakkan kebenaran. Lihat Pilatus yang tidak berani menegakkan kebenaran. Dia ingin menyenangkan orang banyak karena dia tidak ingin jabatannya terancam.
Sikap Pilatus sungguh berbeda dengan sikap Yesus, mari meneladani Yesus yang tetap setia meneladani kebenaran dan ketaatan pada kehendak Allah sekalipun harus berhadapan dengan penghakiman massa. Jangan takut berbeda dengan suara mayoritas jikalau anda yakin berpegang pada kebenaran dan kehendak Allah.


“Suara kebenaran harus tetap ditegakkan sekalipun orang banyak tidak menghendakinya”

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.