DI GMI SAMPURAN, PULAU SIBANDANG
Nats
Alkitab : Matius 16:13-20
Thema :
Pengenalan
kita kepada Tuhan akan berkembang sesuai dengan pergaulan kita denganNya.
Oleh : Pdt. T.M. Karo-karo, STh,MA
I.
Penjelasan Nats
Matius 16:13-20 mengisahkan bagaimana Tuhan
Yesus bertanya kepada murid-muridNya tentang pendapat orang mengenai siapa
diriNya. Hasilnya? Pengenalan orang-orang tentang Yesus keliru! Ada yang
mengatakan Yesus adalah Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia atau salah seorang
dari para nabi. Yesus lalu bertanya kepada murid-muridNya tentang pendapat
mereka sendiri:“Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”. Perkataan ini ditujukan kepada seluruh murid “katamu”
berbentuk jamak lebih berarti : kata kalian. Atas pertanyaan ini Petrus,
yang bertindak sebagai juru bicara mereka menjawab: “Engkau adalah Mesias!”Jawaban ini mendapat tanggapan
dari Tuhan Yesus dengan perkataan, ”Engkau adalah Petrus dan di
atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan
menguasainya”. Apa arti ucapan Yesus ini?
Ada penafsir yang memahami bahwa ucapan ini
hendak mengatakan bahwa gereja akan didirikan di atas ‘petra’ (batu karang),
maksudnya di atas pribadi Petrus. Namun sesunggguhnya, jika kita melihat teks
asli serta konteksnya, maka akan kita temukan bahwa maksud sesungguhnya dari
ucapan Yesus ini hendak menegaskan bahwa Tuhan Yesus akan mendirikan jemaatNya
di atas pengakuan Petrus, bukan di atas pribadi Petrus. Gereja akan dibangun di
atas pengakuan bahwa Yesus adalah Mesias! Hal ini juga ditegaskan dalam 1 Korintus
3:11, “Karena tidak ada seorang pun yang dapat
meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus
Kristus”. Dengan kata lain, gereja adalah kumpulan orang yang
percaya dan mengaku bahwa Yesus adalah Mesias. Dan dimana ‘Tuhan Yesus diakui
sebagai Sang Mesias, Anak Allah yang hidup’, di sana berdiri GerejaNya. Selama
Gereja memelihara pengakuan ini, maka pintu-pintu gerbang penjara Hades, yaitu
alam maut, tidak akan pernah akan memerangkapnya.
II.
Aplikasi
1.
Pengenalan kepada
Yesus berbeda-beda/cara pandang pada gereja juga berbeda-beda.
·
Ketika orang
melihat “gereja” cara pandang mereka berbeda-beda sesuai dengan pemahaman dan
pengenalan mereka kepada Yesus Kristus. Mereka akan mengatakan bahwa gereja
adalah : organisasi social, sekedar tempat bersekutu (STM), suatu tempat untuk
menyalurkan bakat, tempat untuk menampilkan diri bahkan tempat untuk
mendapatkan keuntungan.
·
Pengenalan kita
pada Tuhan akan berkembang sesuai dengan pergaulan kita dengan Dia. Semakin
sering kita bergaul dengan Dia maka kita akan semakin mengenal dia dengan
benar. Seseorang yang baru disembuhkan dari sakit penyakit oleh karena kuasa
doa maka dia mengenal Tuhan sebagai seorang Tabib. Jika dia tidak terus bergaul
dengan Tuhan maka pengenalannya pada Tuhan tidak akan berkembang dan hanya
sampai di situ saja.
·
Jika kita mau
kita mengenal (ginosko/yada) Tuhan dengan benar dan lebih baik, lebih dalam
lagi mari kita bergaul dengan dia melalui:
-
Firmannya
-
Doa
Mrnjadikan Dia sahabat di dalam seluruh eksistensi
hidup kita.
2.
Mengenal Tuhan
itu dengan pengalaman pribadi, bukan dengan apa yang dikatakan orang.
“menurut kamu sendiri”
siapakah Aku---tidak perlu lagi apa yang dikatakan orang tetapi menurut diri
sendiri. Mungkin saja “kata orang” bisa saja mempengaruhi pengenalan kita,
tetapi dengan pergaulan langsung akan
meluruskan pengenalan kita kepada Tuhan. Sehingga iman kita tidak ikut-ikutan
3.
Yesus mendirikan
Gerejanya di atas Batu karang yang teguh
Dengan jawaban itu Yesus berkata ”Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan
mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya”. Apa
arti ucapan Yesus ini?
Jika kita melihat teks asli serta konteksnya,
maka akan kita temukan bahwa maksud sesungguhnya dari ucapan Yesus ini hendak
menegaskan bahwa Tuhan Yesus akan mendirikan jemaatNya di atas pengakuan
Petrus, bukan di atas pribadi Petrus. Gereja
akan dibangun di atas pengakuan bahwa Yesus adalah Mesias! Hal ini juga
ditegaskan dalam 1 Korintus 3:11, “Karena tidak ada seorang pun
yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu
Yesus Kristus”. Dengan kata lain, gereja adalah kumpulan orang yang
percaya dan mengaku bahwa Yesus adalah Mesias. Dan dimana ‘Tuhan Yesus diakui
sebagai Sang Mesias, Anak Allah yang hidup’, di sana berdiri GerejaNya. Selama
Gereja memelihara pengakuan ini, maka pintu-pintu gerbang penjara Hades, yaitu
alam maut, tidak akan pernah akan memerangkapnya.

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.