Thursday, October 30, 2014



Khotbah Pada Keb. P2MI GMI KK
Cara Menghadapi Masa Yang Sukar
Habakuk 3:2-19

Masa yang sukar adalah masa yang tidak disukai oleh siapapun di bawah kolong langit ini. Termasuk orang Kristen pun sering tidak menginginkan masa sukar itu terjadi pada dirinya. Mengapa masa sukar itu tidak disukai? Tentu ada banyak jawaban yang bisa kita kemukakan. Misalnya, karena masa yang sukar itu membuat banyak orang mengalami tekanan psikologis yang hebat. Karena masa yang sukar itu membuat banyak orang kehilangan semangat dan motivasi dalam hidupnya. Dan tentu masih banyak lagi jawaban yang lain. Lalu apa bentuk dari masa yang sukar itu? Wujud atau bentuk dari masa sukar itu antara lain, sakit yang berkepanjangan, krisis ekonomi global yang tidak tahu kapan harus berakhir, bencana alam yang terus meningkat sehingga menimbulkan kerusakan yang parah dan korban jiwa yang banyak, peperangan yang telah memporak-porandakan sendi-sendi kehidupan, dan lain sebagainya. Dalam Habakuk 3:17-19, ditegaskan demikian: "Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku". Habakuk hidup pada jaman di mana bangsa Israel mengalami penindasan oleh musuh-musuhnya. Dalam keadaan semacam itu, tentu hidup tidak bebas. Juga tidaklah gampang mempertahankan hidup di dalam iman. Masa-masa yang sukar di mana musuh selalu menindas, menyebabkan sendi-sendi kehidupannya terpengaruh. Ladang yang biasanya menjadi tempat yang mendatangkan penghasilan dan merupakan tempat tumpuan bagi penghidupannya tidak lagi membuahkan hasil. Ternak yang menjadi harta kekayaannya terhalau dari kurungannya. Tidak ada lagi simpanan baginya. Sedangkan dia mempunyai kebutuhan yang harus terus dipenuhi. Bukankah hal-hal ini juga yang sedang melanda kehidupan kita hari-hari ini? Bagaimana supaya daya tahan dan motivasi hidup kita tetap terjaga? Bagaimana supaya dalam masa yang sukar, kita tidak kehilangan motivasi? Berikut beberapa cara yang bisa membantu kita: 1. Berdoa kepada TUHAN Allah Habakuk 3:1-2: "Doa nabi Habakuk. Menurut nada ratapan. TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; dalam murka ingatlah akan kasih sayang!" Berdoa kepada TUHAN Allah merupakan cara pertama, terutama dan terpenting yang harus kita lakukan ketika kita ada dalam masa yang sukar. Di dalam doa kita minta kepada TUHAN Allah agar Dia datang dan campur tangan menolong kita. Doa bukanlah cara alternatif yang harus kita ambil karena sudah tidak ada pilihan lain lagi. Doa harus menjadi cara hidup kita sebagai umat TUHAN Allah. Doa harus menjadi jembatan bagi kita untuk melangkah memasuki hadirat TUHAN Allah. Doa harus menjadi cara kita untuk mendapatkan motivasi hidup dari Sang Pemilik Hidup. Sehingga di dalam masa yang sukar kita tidak menjadi lemah dan kehilangan gairah serta motivasi dalam hidup ini. 2. Fokus kepada TUHAN Allah dan bukan pada masalah Habakuk 3:17-18: "Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan,

Medan 29 Oktober 2014


No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.