Khotbah Pada Keb. P2MI GMI KK
Cara Menghadapi Masa Yang Sukar
Habakuk 3:2-19
Masa yang sukar adalah masa yang tidak disukai oleh
siapapun di bawah kolong langit ini. Termasuk orang Kristen pun sering tidak
menginginkan masa sukar itu terjadi pada dirinya. Mengapa masa sukar itu tidak
disukai? Tentu ada banyak jawaban yang bisa kita kemukakan. Misalnya, karena
masa yang sukar itu membuat banyak orang mengalami tekanan psikologis yang hebat. Karena masa yang sukar itu
membuat banyak orang kehilangan
semangat dan motivasi dalam hidupnya. Dan tentu masih banyak lagi
jawaban yang lain. Lalu apa bentuk dari masa yang sukar itu? Wujud atau bentuk
dari masa sukar itu antara lain, sakit yang berkepanjangan, krisis ekonomi
global yang tidak tahu kapan harus berakhir, bencana alam yang terus meningkat
sehingga menimbulkan kerusakan yang parah dan korban jiwa yang banyak,
peperangan yang telah memporak-porandakan sendi-sendi kehidupan, dan lain
sebagainya. Dalam Habakuk 3:17-19, ditegaskan demikian: "Sekalipun pohon ara tidak
berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan,
sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba
terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan
bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia
membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku". Habakuk hidup pada
jaman di mana bangsa Israel mengalami penindasan oleh musuh-musuhnya. Dalam
keadaan semacam itu, tentu hidup tidak bebas. Juga tidaklah gampang
mempertahankan hidup di dalam iman. Masa-masa yang sukar di mana musuh selalu
menindas, menyebabkan sendi-sendi kehidupannya terpengaruh. Ladang yang
biasanya menjadi tempat yang mendatangkan penghasilan dan merupakan tempat
tumpuan bagi penghidupannya tidak lagi membuahkan hasil. Ternak yang menjadi
harta kekayaannya terhalau dari kurungannya. Tidak ada lagi simpanan baginya.
Sedangkan dia mempunyai kebutuhan yang harus terus dipenuhi. Bukankah hal-hal
ini juga yang sedang melanda kehidupan kita hari-hari ini? Bagaimana supaya
daya tahan dan motivasi hidup kita tetap terjaga? Bagaimana supaya dalam masa
yang sukar, kita tidak kehilangan motivasi? Berikut beberapa cara yang bisa
membantu kita: 1. Berdoa kepada TUHAN Allah Habakuk 3:1-2: "Doa
nabi Habakuk. Menurut nada ratapan. TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau,
dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun,
nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; dalam murka ingatlah akan kasih
sayang!" Berdoa kepada TUHAN Allah merupakan cara pertama, terutama dan
terpenting yang harus kita lakukan ketika kita ada dalam masa yang sukar. Di
dalam doa kita minta kepada TUHAN Allah agar Dia datang dan campur tangan menolong
kita. Doa bukanlah cara alternatif yang harus kita ambil karena sudah tidak ada
pilihan lain lagi. Doa harus menjadi cara hidup kita sebagai umat TUHAN Allah.
Doa harus menjadi jembatan bagi kita untuk melangkah memasuki hadirat TUHAN
Allah. Doa harus menjadi cara kita untuk mendapatkan motivasi hidup dari Sang
Pemilik Hidup. Sehingga di dalam masa yang sukar kita tidak menjadi lemah dan
kehilangan gairah serta motivasi dalam hidup ini. 2. Fokus kepada TUHAN
Allah dan bukan pada masalah Habakuk 3:17-18: "Sekalipun pohon ara
tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan,
sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba
terhalau dari kurungan,
Medan 29 Oktober 2014

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.