RINGKASAN
KHOTBAH MINGGU 19 OKTOBER 2014
GMI
KASIH KARUNIA, JALAN HANG TUAH 2 MEDAN
Nats Alkitab :
Matius 22:15-22
Thema : Hidup sebagai Warga Negara dan
Warga Kerajaan Allah yang bertanggung Jawab
I.
Pendahuluan
Dalam Mat 21:28-22:14, Yesus menyerang /
menegur para tokoh Yahudi dengan menggunakan 3 buah perumpamaan berturut-turut.
Teguran itu bukannya membuat mereka bertobat, tetapi sebaliknya membuat mereka
menjadi marah / benci kepada Yesus (21:45-46). Dan sekarang mereka berusaha
menyerang balik!
·
Menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan’
(ay 15 bdk. Luk 20:20).
·
Sekali ini Orang Farisi bergabung dengan
orang Herodian (ay 16a).
Sekalipun tak diketahui
dengan pasti siapa orang Herodian itu, tetapi dari namanya bisa diperkirakan
bahwa mereka adalah orang-orang dari partainya Herodes, atau orang- orang yang
pro Herodes.
·
Sebetulnya, orang Farisi bertentangan /
bermusuhan dengan orang Herodian karena:
orang Herodian terjun
dalam politik; orang Farisi terjun dalam agama Yahudi.
orang Herodian bekerja
sama dengan Roma; orang Farisi tidak mau bekerja sama dengan Roma.
orang Herodian
menyetujui pajak (karena pajak ini penting untuk Herodes!); orang Farisi
menentang pajak.
Tetapi sekarang, dalam menghadapi Yesus, mereka
bersatu (bdk. Mark 3:6).
Fakta bahwa mereka bisa ‘baik’ satu sama lain,
padahal mereka sebetulnya bermusuhan, sudah menunjukkan bahwa mereka adalah
orang yang jahat dan munafik! Hati-hatilah terhadap orang-orang seperti itu! Mereka mengatakan / memuji bahwa Yesus ‘tidak
takut pada siapapun’. Tetapi sebetulnya, tujuan mereka adalah: supaya Yesus
berani mengucapkan sesuatu yang menentang pajak / pemerintah Roma.
II.
Pejelasan
Nats dan Aplikasi
Ay 17: Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah
diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"
Ini adalah pertanyaan yang menempatkan Yesus dalam
posisi yang serba salah. Kalau Yesus menjawab ‘tidak boleh’, maka orang
Herodian pasti akan marah dan akan melaporkan kepada tentara Roma, dan Yesus
pasti akan ditangkap. Sebaliknya, kalau Yesus menjawab ‘boleh’, maka semua
orang Yahudi pasti akan menganggap Yesus sebagai seorang pengkhianat yang pro
Roma.Orang Yahudi menentang pajak itu karena alasan agama. Mereka menganggap
pajak itu sebagai penghinaan kepada Allah, karena Allah adalah satu-satunya
raja yang berhak menerima pajak.
Jawaban Yesus:
Ay 18: Tetapi Yesus
mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai
Aku, hai orang-orang munafik?
Ini menunjukkan kemahatahuan Yesus (yang juga
menunjukkan keilahian Yesus), dan sekaligus merupakan teguran terhadap tindakan mereka mencobai Yesus dan sikap munafik mereka.
Ay 19-21a:
Pada jaman itu, setiap ada raja baru naik tahta,
maka ia langsung membuat uang logam sendiri dengan gambar dan tulisannya pada
uang logam itu.
Karena itu, pada mata uang 1 dinar yang ditunjukkan
kepada Yesus itu, pasti terdapat gambar dan tulisan dari kaisar Roma yang saat
itu sedang berkuasa. Tindakan ini berarti:
·
Sekalipun Yesus tak secara
terang-terangan menjawab ‘boleh’, tetapi jelas bahwa Ia bukan hanya mengijinkan
tetapi bahkan mengharuskan setiap orang untuk membayar pajak (bdk. Roma
13:6-7).
·
Ayat ini menunjukkan bahwa orang kristen
mempunyai kewajiban ganda yaitu:
kewajiban duniawi
- kepada negara (bdk. Roma 13:2).
kewajiban rohani
- kepada Tuhan / gereja.
Kewajiban rohani tidak
menghapuskan kewajiban duniawi dan sebaliknya!
Dengan kata lain, orang
kristen (di Indonesia) harus menjadi:
Warga Negara Indonesia
yang baik. Misalnya dengan mentaati hukum, membayar pajak, menjaga kebersihan,
dan juga mentaati peraturan lalu lintas!
Sudahkah saudara
menjadi WNI yang baik?
WNS (warga negara
surga) yang baik.
·
Ayat ini juga menunjukkan adanya
pembatasan di antara kedua kewajiban itu. Kita tidak boleh memberikan kepada
kaisar apa yang menjadi hak dari Allah. Kalau kaisar menuntut sesuatu yang
menjadi hak Allah (misalnya penyembahan), maka berlaku Kis 5:29!
Apa yang saudara
lakukan kalau RT/RW mengadakan rapat / kerja bakti pada hari minggu yang
menyebabkan saudara tak bisa berbakti kepada Tuhan?
Dan sebaliknya, kita
juga tidak boleh memberikan kepada Allah apa yang menjadi hak kaisar (misalnya:
memberikan pajak kepada Tuhan / gereja).
·
Kata ‘kaisar’ bisa diterapkan dalam
hal-hal lain seperti:
atasan / boss /
majikan.guru / dosen/ orang tua/ suami dsb.
Jadi, kalau saudara
adalah pegawai, maka saudara punya tanggung jawab kepada boss saudara, dan
saudara juga punya tanggung jawab kepada Tuhan. Kalau saudara adalah seorang
murid / mahasiswa, maka saudara punya tanggung jawab kepada guru / dosen, dan
saudara juga punya tanggung jawab kepada Tuhan. Kalau saudara adalah seorang
anak / istri, maka saudara punya tanggung jawab kepada orang tua / suami, dan
saudara juga punya tanggung jawab kepada Tuhan.
Jangan
menekankan hanya salah satu saja dari 2 tanggung jawab ini. Dan juga jangan memberikan
kepada yang satu, apa yang menjadi hak dari yang lain!
·
Mereka menjadi heran, karena tadinya
mereka sudah begitu yakin bahwa Yesus pasti akan terjerat, tetapi ternyata
Yesus menjawab sedemikian rupa sehingga baik pihak Romawi maupun pihak Yahudi tidak
mungkin bisa menyalahkanNya
Tetapi anehnya,
sekalipun heran / kagum / takjub dsb, tetapi mereka tidak bertobat!
Ada banyak orang yang
pada waktu mendengar Firman Tuhan merasa bahwa Firman Tuhan itu bagus / indah /
hebat / benar dsb, tetapi mereka tetap tidak bertobat / melaksanakan Firman
Tuhan itu dalam hidup mereka. Apakah saudara sering / kadang-kadang bersikap
seperti itu? Kalau ya, bertobatlah!
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.