Thursday, October 30, 2014


Khotbah Pada Pembukaan Retreat Keluarga
GMI Kasih Karunia, Jln Hang Tuah 2 Medan
Kampung Ladang 25 Oktober 2014

Mezbah Keluarga
Yesaya 56:1-8
By: Pdt. T.M. Karo-karo, STh, MA

Ay. 7, “mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.”
Suatu kenyataan bahwa membangun sebuah keluarga bukanlah perkara yang mudah.  Keluarga seperti sebuah perahu kecil ditengah samudra yang diombang-ambingkan oleh angin dan gelombang. Banyak orang yang tidak mampu mempertahankan biduk keluarganya dan akhirnya karam ditengah samudra kehidupan.
Kalau kita mengingat akan awal dari terbentuknya sebuah keluarga, yaitu bahwa keluarga adalah sebuah komunitas/lembaga yang dibentuk oleh Allah sendiri untuk mewujudkan kehendakNya. Kita ingat bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dan mempersatukan mereka dalam pernikahan (menjadi satu daging), dan memerintahkan mereka untuk memenuhi bumi, untuk mengusahakan bumi dan memeliharanya.  Dalam melaksanakan kehendakNya itu Allah mengawalinya dari sebuah keluarga, oleh sebab itu keluarga adalah tonggak-tonggak utama dalam mewujudkan kehendak Allah demi terwujudnya damai sejahtera di bumi ini. Maka keberlangsungan kehidupan keluarga yang kokoh, kuat tahan terhadap gelombang sangat penting dan sangat diperlukan. Dalam Kejadian 1:26-27:
Kej.1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.Kej.2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
Tetapi apa yang terjadi, bahwa keluarga-keluarga itu telah kehilangan kendali dan keluar dari jalurnya; keluarga-keluarga itu telah kehilangan identitasnya sebagai tonggak utama mandataris Allah dalam mengelola bumi ini. Dan kalau hal ini dibiarkan maka berakhirlah kehidupan manusia.
Bukti: Keluarga terbentuk bukan dalam rangka melaksanakan kehendak Allah, tetapi karena akibat dosa/nafsu (misal: karena kehamilan diluar nikah); Keluarga tidak dijalani sebagaimana Allah kehendaki, yaitu dengan dasar kasih dan sebagai mandataris Allah dalam mendatangkan damai sejahtera, tetapi dijalani dengan dasar keserakahan, keuntungan diri, kekerasan/kebebasan yang tak terkendali dan dengan tujuan untuk mencari kesenangan, kepuasan dan kekayaan.
Tetapi Allah tidak membiarkan itu terjadi, Allah telah memulihkan itu semua di dalam Tuhan Yesus Kristus, sehingga Ia telah memanggil keluarga-keluarga baru di dalam persekutuan yang baru pula, yaitu di dalam terang kasihNya. Dan Tuhan menghendaki supaya keluarga-keluarga itu terus memiliki persekutuan yang indah diantara anggota keluarga itu maupun persekutuan dengan Tuhan.
Bagaimana supaya persekutuan yang indah itu terus terjalin ? maka diperlukan yang namanya mezbah keluarga.
Tema Retreat kita “mezbah Tuhan dalam keluarga”  sangat relevan sekali,  karena ternyata sebagian besar dari keluarga-keluarga kita masih belum menerapkan mezbah keluarga ini di dalam keluarganya. Banyak orang yang menganggap bahwa mezbah keluarga tidak penting. Mezbah adalah tempat korban dipersembahkan.
Pentingnya Mezbah Keluarga:
1.      Mezbah keluarga adalah kegiatan penyembahan kepada Allah yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh anggota keluarga.
2.      Tujuan mezbah keluarga adalah untuk menempatkan Kristus sebagai yang utama di dalam keluarga; membawa masuk keluarga kita dalam kerajaan Allah (kehidupan yang dipimpin oleh Allah)
3.      Melalui mezbah keluarga ini keluarga dibangun didalam persekutuan yang intim antara anggotanya:
·        Ada komunikasi di antara anggota keluarga
·        Ada keterbukaan di antara anggota keluarga
·        Ada kedekatan dan kehangatan di antara anggota keluarga
·        Ada pemecahan persoalan bersama
·        Ada kasih yang tercurah
4.      Melalui mezbah keluarga ini keluarga dibangun didalam persekutuan yang intim antara keluarga itu dengan Allah:
·        Ada komunikasi dengan Tuhan di dalam doa
·        Ada keterbukaan dengan Tuhan
·        Ada penyerahan diri
·        Ada tuntunan Tuhan melalui firmanNya
·        Ada jawaban atas pergumulan keluarga melalui firmanNya dan solusi bersama
·        Ada berkat yang luar biasa
5.      Melalui mezbah keluarga ini keluarga diingatkan bahwa Kristus adalah sebagai yang utama di dalam keluarga.
6.      Melalui mezbah keluarga ini keluarga diingatkan bahwa Kristus hadir dan tinggal di dalam keluarga itu.
Bagaimana kita memulai?
·        Milikilah keberanian untuk memulai
·        Langkah yang pertama kali menentukan langkah-langkah selanjutnya
·        Miliki komitmen bersama diantara anggota keluarga.



No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.