GMI
Kasih Karunia, Jln Hang Tuah 2 Medan
Kampung
Ladang 25 Oktober 2014
Mezbah
Keluarga
Yesaya
56:1-8
By:
Pdt. T.M. Karo-karo, STh, MA
Ay. 7, “mereka akan
Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku
akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka
yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa
bagi segala bangsa.”
Suatu kenyataan bahwa
membangun sebuah keluarga bukanlah perkara yang mudah. Keluarga
seperti sebuah perahu kecil ditengah samudra yang diombang-ambingkan oleh angin
dan gelombang. Banyak orang yang tidak mampu mempertahankan biduk keluarganya
dan akhirnya karam ditengah samudra kehidupan.
Kalau kita mengingat
akan awal dari terbentuknya sebuah keluarga, yaitu bahwa keluarga adalah sebuah
komunitas/lembaga yang dibentuk oleh Allah sendiri untuk mewujudkan
kehendakNya. Kita ingat bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dan
mempersatukan mereka dalam pernikahan (menjadi satu daging), dan memerintahkan
mereka untuk memenuhi bumi, untuk mengusahakan bumi dan
memeliharanya. Dalam melaksanakan kehendakNya itu Allah mengawalinya
dari sebuah keluarga, oleh sebab itu keluarga adalah tonggak-tonggak utama
dalam mewujudkan kehendak Allah demi terwujudnya damai sejahtera di bumi ini.
Maka keberlangsungan kehidupan keluarga yang kokoh, kuat tahan terhadap
gelombang sangat penting dan sangat diperlukan. Dalam Kejadian 1:26-27:
Kej.1:26 Berfirmanlah
Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,
supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan
atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap
di bumi."
1:27 Maka Allah
menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya
dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.Kej.2:24 Sebab itu
seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan
isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
2:15 TUHAN Allah
mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan
dan memelihara taman itu.
Tetapi apa yang
terjadi, bahwa keluarga-keluarga itu telah kehilangan kendali dan keluar dari
jalurnya; keluarga-keluarga itu telah kehilangan identitasnya sebagai tonggak
utama mandataris Allah dalam mengelola bumi ini. Dan kalau hal ini dibiarkan
maka berakhirlah kehidupan manusia.
Bukti: Keluarga
terbentuk bukan dalam rangka melaksanakan kehendak Allah, tetapi karena akibat
dosa/nafsu (misal: karena kehamilan diluar nikah); Keluarga tidak dijalani
sebagaimana Allah kehendaki, yaitu dengan dasar kasih dan sebagai mandataris
Allah dalam mendatangkan damai sejahtera, tetapi dijalani dengan dasar
keserakahan, keuntungan diri, kekerasan/kebebasan yang tak terkendali dan
dengan tujuan untuk mencari kesenangan, kepuasan dan kekayaan.
Tetapi Allah tidak
membiarkan itu terjadi, Allah telah memulihkan itu semua di dalam Tuhan Yesus
Kristus, sehingga Ia telah memanggil keluarga-keluarga baru di dalam
persekutuan yang baru pula, yaitu di dalam terang kasihNya. Dan Tuhan
menghendaki supaya keluarga-keluarga itu terus memiliki persekutuan yang indah
diantara anggota keluarga itu maupun persekutuan dengan Tuhan.
Bagaimana supaya persekutuan
yang indah itu terus terjalin ? maka diperlukan yang namanya mezbah keluarga.
Tema Retreat kita
“mezbah Tuhan dalam keluarga” sangat
relevan sekali, karena ternyata sebagian
besar dari keluarga-keluarga kita masih belum menerapkan mezbah keluarga ini di
dalam keluarganya. Banyak orang yang menganggap bahwa mezbah keluarga tidak
penting. Mezbah adalah tempat korban dipersembahkan.
Pentingnya
Mezbah Keluarga:
1.
Mezbah keluarga adalah kegiatan
penyembahan kepada Allah yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh
anggota keluarga.
2.
Tujuan mezbah keluarga adalah untuk
menempatkan Kristus sebagai yang utama di dalam keluarga; membawa masuk
keluarga kita dalam kerajaan Allah (kehidupan yang dipimpin oleh Allah)
3.
Melalui mezbah keluarga ini keluarga
dibangun didalam persekutuan yang intim antara anggotanya:
· Ada
komunikasi di antara anggota keluarga
· Ada
keterbukaan di antara anggota keluarga
· Ada
kedekatan dan kehangatan di antara anggota keluarga
· Ada
pemecahan persoalan bersama
· Ada
kasih yang tercurah
4.
Melalui mezbah keluarga ini keluarga
dibangun didalam persekutuan yang intim antara keluarga itu dengan Allah:
· Ada
komunikasi dengan Tuhan di dalam doa
· Ada
keterbukaan dengan Tuhan
· Ada
penyerahan diri
· Ada
tuntunan Tuhan melalui firmanNya
· Ada
jawaban atas pergumulan keluarga melalui firmanNya dan solusi bersama
· Ada
berkat yang luar biasa
5.
Melalui mezbah keluarga ini keluarga
diingatkan bahwa Kristus adalah sebagai yang utama di dalam keluarga.
6.
Melalui mezbah keluarga ini keluarga
diingatkan bahwa Kristus hadir dan tinggal di dalam keluarga itu.
Bagaimana
kita memulai?
· Milikilah
keberanian untuk memulai
· Langkah
yang pertama kali menentukan langkah-langkah selanjutnya
· Miliki
komitmen bersama diantara anggota keluarga.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.